Blog ini berisi arsip tentang berbagai macam tentang saya dari mulai tugas tugas mata kuliah yang ada di Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Cibiru Program Studi S-1 PGSD sampai masalah lainnya.
Jumat, 19 Februari 2010
Jihad Dalam Islam



JIHAD DALAM ISLAM
Oleh
Ibnul Qoyyim Rahimahullah
Jihad merupakan tulang punggung dan kubah Islam. Kedudukan orang-orang yang berjihad amatlah tinggi di surga, begitu juga di dunia. Mereka mulia di dunia dan di akhirat. Rasulullah adalah orang yang paling tinggi derajatnya dalam jihad. Beliau telah berjihad dalam segala bentuk dan macamnya. Beliau berjihad di jalan Allah dengan sebenar-benarnya jihad, baik dengan hati, dakwah, keterangan (ilmu), pedang dan senjata. Semua waktu beliau hanya untuk berjihad dengan hati, lisan dan tangan beliau. Oleh karena itulah, beliau amat harum namanya (di sisi manusia-pent) dan paling mulia di sisi Allah.
Allah memerintahkan beliau untuk berjihad semenjak beliau diutus sebagai Nabi, Allah berfirman
“Dan andaikata Kami menghendaki, benar-benarlah Kami utus pada tiap-tiap negeri seorang yang memberi peringatan (rasul). Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Qur’an dengan jihad yang besar.” [Al-Furqon : 51-52]
Surat ini termasuk surat Makiyah yang didalamnya terdapat perintah untuk berjihad melawan orang-orang kafir dengan hujjah dan keterangan serta menyampaikan Al-Qur’an. Demikian juga, jihad melawan orang-orang munafik dengan menyampaikan hujjah karena mereka sudah ada dibawah kekuasaan kaum muslimin, Allah ta’ala berfirman :
“Artinya : Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah neraka Jahannam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya.” [At-Taubah : 73]
Jihad melawan orang-orang munafik (dengan hujjah-pent) lebih sulit daripada jihad melawan orang-orang kafir (dengan pedang-pent), karena (jihad dengan hujjah-pent) hanya bisa dilakukan orang-orang khusus saja yaitu para pewaris nabi (ulama). Yang bisa melaksanakannya dan yang membantu mereka adalah sekelompok kecil dari manusia. Meskipun demikian, mereka adalah orang-orang termulia di sisi Allah.[2]
Termasuk semulia-mulianya jihad adalah mengatakan kebenaran meski banyak orang yang menentang dengan keras seperti menyampaikan kebenaran kepada orang yang dikhawatirkan gangguannya. Oleh karena inilah, para Rasul -sholawatullahi ‘alaihim wa salaamuhu- termasuk yang paling sempurna
Jihad melawan musuh-musuh Allah diluar (kaum muslimin) termasuk cabang dari jihadnya seorang hamba terhadap dirinya sendiri (hawa nafsu) di dalam ketaatan kepada Allah, sebagaimana yang disabdakan Nabi :
“Artinya : Mujahid adalah orang yang berjihad melawan dirinya dalam mentaati Allah dan Muhajir adalah orang yang berhijrah dari apa yang dilarang Allah” [Hadits Riwayat Ahmad dan sanadnya jayyid/baik]
Oleh sebab itu, jihad terhadap diri sendiri lebih didahulukan daripada jihad melawan orang-orang kafir dan hal tersebut merupakan pondasinya. Seorang hamba jika tidak berjihad terhadap dirinya sendiri dalam mentaati perintah Allah dan meninggalkan apa yang dilarang dengan ikhlas karena-Nya, maka bagaimana mungkin dia bisa berjihad melawan orang-orang kafir[3]. Bagaimana dia bisa melawan orang-orang kafir sedangkan musuh (hawa nafsu) nya yang berada disamping kiri dan kanannya masih menguasainya dan dia belum berjihad melawannya karena Allah. Tidak akan mungkin dia keluar berjihad melawan musuh (orang-orang kafir) sehingga dia mampu berjihad melawan hawa nafsunya untuk keluar berjihad.[4]
Kedua musuh itu adalah sasaran jihad seorang hamba. Tapi masih ada yang ketiga, yang dia tidak mungkin berjihad melawan keduanya kecuali setelah mengalahkan yang ketiga ini. Dia (musuh yang ketiga ini) selalu menghadang, menipu dan menggoda hamba agar tidak berjihad melawan hawa nafsunya. Dia senantiasa mengambarkan kepada seorang hamba bahwa berjihad melawan hawa nafsu amatlah berat dan harus meninggalkan kelezatan dan kenikmatan (dunia). Tidak mungkin dia berjihad melawan kedua musuhnya tadi kecuali terlebih dahulu berjihad melawannya. Oleh karenanya, jihad melawannya adalah pondasi dalam berjihad melawan keduanya. Musuh yang ketiga itu adalah setan, Allah ta’ala berfirman :
“Artinya : Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu)” [Faathir : 6]
Perintah untuk menjadikan setan sebagai musuh merupakan peringatan agar (seorang hamba) mengerahkan segala kekuatan dalam memeranginya, karena musuh tersebut tidak pernah lelah dan lemah untuk menyesatkan manusia sepanjang masa.
(Kemudian beliau berkata -pent) Jika hal diatas sudah dimengerti maka jihad terbagi menjadi empat tahapan [5]:
[1]. Jihad melawan diri sendiri (hawa nafsu), dan hal ini terbagi lagi menjadi empat tingkatan
a. Berjihad dalam menuntut ilmu agama yang tidak akan ada kebahagiaan di dunia dan di akhirat kecuali dengannya. Barangsiapa yang ketinggalan ilmu agama maka dia akan sengsara di dunia dan di akhirat.
b. Berjihad dalam mengamalkan ilmu yang dia pelajari, karena ilmu tanpa amal jika tidak memadharatkannya, minimal ilmunya tidak bermanfaat.
c. Berjihad dalam dakwah (menyeru manusia) kepada ilmu tersebut dan mengajarkannya kepada yang tidak tahu. Jika tidak, maka dia termasuk orang yang menyembunyikan ilmu yang telah diturunkan Allah dan tidak akan bermanfaat ilmunya serta dia tidak akan selamat dari adzab Allah.
d. Berjihad dalam bersabar menghadapi rintangan di jalan dakwah serta gangguan manusia karena Allah.
Jika seorang hamba telah menyempurnakan keempat tingkatan ini, maka dia tergolong Robbaaniyyiin (orang-orang Robbani). Para salaf dahulu telah sepakat bahwa seorang alim tidak bisa dikatakan Robbani hingga dia tahu kebenaran, lalu mengamalkan dan mengajarkannya. Barangsiapa yang mengetahui (kebenaran) lalu dia mengamalkan dan mengajarkannya, maka dia akan tersanjung dikalangan para penghuni langit.
[2]. Jihad melawan setan, dan hal ini terbagi menjadi 2 bagian :
a. Berjihad dalam menolak syubhat (kerancuan) dan keraguan dalam keimanan
b. Berjihad dalam menolak bisikan syahwat Jihad yang pertama akan melahirkan keyakinan dan jihad yang kedua akan menghasilkan kesabaran Allah ta’ala berfirman :
“Artinya : Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.” [As-Sajdah : 24]
Allah ta’ala mengkabarkan bahwa kepemimpinan dalam agama dapat diperoleh hanya dengan kesabaran dan keyakinan. Kesabaran dapat menolak nafsu syahwat serta keinginan jelek sedangkan keyakinan bisa menolak keraguan serta kerancuan.
[3]. Jihad melawan orang-orang kafir dan munafik. Hal ini meliputi empat hal : jihad dengan hati, lisan, harta dan jiwa raga. Berjihad melawan orang-orang kafir lebih dikhususkan dengan tangan dan berjihad melawan orang-orang munafik lebih dikhususkan dengan lisan.
[4]. Jihad melawan orang-orang dzolim, ahli bid’ah, dan pembuat kemungkaran. Hal ini memiliki tiga tahapan. Dengan tangan bila mampu, jika tidak maka pindah dengan lisan dan jika tidak mampu juga maka dengan hati.
Inilah tiga belas tahapan dalam jihad dan (Barangsiapa yang mati dan tidak berjihad serta tidak pernah membisikkan dalam dirinya untuk berjihad maka dia mati dalam cabang kemunafikan) [6]
Dan tidak akan sempurna jihad melainkan dengan hijrah dan tidak ada hijrah serta jihad tanpa keimanan [7]. Orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah adalah orang-orang yang menjalankan ketiga hal tersebut, Allah ta’ala berfirman
“Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Al-Baqoroh : 218]
Sebagaimana keimanan adalah kewajiban bagi setiap orang, maka diwajibkan pula kepada mereka dua hijrah di setiap saat :
[1]. Berhijrah kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya, ikhlas, bertobat, tawakkal, mengharap, dan cinta kepada-Nya.
[2]. Berhijrah kepada Rasul-Nya dengan mengikuti sunnah beliau, tunduk kepada perintah beliau, membenarkan kabar yang beliau sampaikan serta mendahulukan perintah beliau daripada perintah yang lainnya. Nabi bersabda yang artinya :
“Artinya : Barangsiapa yang berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan rasul-Nya. Dan barangsiapa yang berhijrah kepada dunia atau perempuan yang hendak dinikahinya maka hijrohnya kepada apa yang dia niatkan”.[8]
Perintah untuk jihad melawan hawa nafsu dalam mentaati Allah dan jihad melawan setan adalah fardhu ain yang tidak bisa diwakilkan kepada seorangpun. Adapun jihad melawan orang-orang kafir dan munafik adalah fardhu kifayah.
[Zaadul Ma’aad Fii Hadyi Khoiril Ibaad 3/5 – 11, Ibnul Qoyyim Rahimahullah]
[Disalin dari Majalah Adz-Dzakirah Al-Islamiyyah Edisi 17 ThIV/Dzulqa’dah 1426H/Desember 2005M. Penerjemah Abu Abdirrahman bin Thayyib As-Salafy Lc, Diterbitkan Oleh Ma’had Ali-Al-Irsyad Surabaya, Jl Sultan Iskandar Muda 46 Surabaya]
________
Foot Note
[1]. Kami terjemahkan dari kitab “Zaadul ma aad fii hadyi khoiril ibaad” 3/5-11 oleh Ibnul Qoyyim, tapi ada sebagian yang kami anggap tidak perlu diterjemahkan (hal 6-8) agar tidak terlalu panjang. Dan kami hadiahkan terjemahan ini kepada mereka yang selalu meneriakkan kata jihad dengan senjata (pengeboman), yang senantiasa mengajak umat untuk memberontak penguasa dengan nama jihad, yang menuduh para ulama Dakwah Salafiyah tidak berjihad dan menihilkan jihad. Insya Allah pada edisi berikutnya kita akan membahas tentang kaidah-kaidah dalam berjihad agar jihadnya seorang muslim didasari oleh ilmu bukan hawa nafsu maupun kejahilan yang diiringi semangat yang terlalu menggebu hingga lebih banyak merusak daripada membangun, seperti yang dikatakan oleh khalifah Umar bin Abdul Aziz “Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu maka dia banyak merusak daripada memperbaiki” (pent)
[2]. Dari keterangan Ibnul Qoyyim v ini, masihkah ada orang yang mencela dan mencaci maki para ulama, karena mereka belum pernah mengangkat pedang dan hanya bisa mengajarkan Al-Qur’an dan sunnah di masjid-masjid ??? Ataukah justru mereka akan menvonis bahwa Ibnul Qoyyim menihilkan jihad ? (pent)
[3]. Diantaranya dengan berjihad menuntut ilmu agama yang benar sesuai dengan pemahaman salafush sholeh serta menghilangkan kebodohan dalam dirinya terutama dalam masalah aqidah. (pent)
[4]. Adapun hadits yang berbunyi “Kita telah kembali dari jihad kecil kepada jihad besar” maka hadits ini tidak shohih. Lihat “Kasyful khofa “1/424. (pent)
[5]. Dari sini terlihat jelas kesalahan sebagian orang yang hanya menyempitkan arti jihad dengan jihad melawan orang-orang kafir dengan senjata. (pent)
[6].Hadits Riwayat .Muslim (1910).
[7]. Tidakkah mereka yang selalu mengembar-ngemborkan jihad melawan orang-orang kafir Yahudi maupun Nashoro memahami hal ini ? Mereka menyeru umat untuk berjihad siang dan malam sedangkan banyak dari umat Islam ini yang masih rusak aqidah dan keimanannya. Akankah mereka terus meneriakkan jihad di tengah kaum muslimin sedangkan kesyirikan, penyembahan terhadap wali-wali, sunan-sunan serta kyai-kyai yang telah meninggal di pelupuk mata mereka ??? Apakah mereka sengaja menutup mata ? Mengapa mereka tidak mau dan enggan untuk memulai dan menfokuskan dakwah mereka terlebih dahulu kepada dakwah Tauhid dan memberantas kesyirikan seperti yang dilakukan Rasulullah ? Apakah mereka menganggap metode yang mereka jalankan lebih baik dari metode dakwahnya Rasul dan para rasul-rasul lainnya ??? (pent)
[8]. Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim.
Sumber: www.almanhaj.or.id
Fakta Lucu

Kali ini, saya akan menyajikan fakta-fakta yang kadang menarik untuk diketahui, meskipun ga jelas buat apa…
Contohnya :
-Kecoa dapat hidup tanpa kepala, selama 9 hari !
-Sigung melakukan Hand stand sebelum nyemprotin cairan baunya.
-Gajah, satu-satunya hewan darat yang ga' bisa lompat.
-Gorilla, tidur 14 jam sehari. (buseeet, kebo aja kalah).
-Di Cleveland, Ohio...orang bisa ditangkep kalo nangkepin tikus tanpa izin. (nah lho..).
-Selama manusia hidup, jantungnya rata-rata berdetak 2.500.000 kali.
- 80% gambar yang di-uplot ke jaringan internet adalah gambar cewe' telanjang
- 4,5 pon bobot sinar matahari menerpa bumi setiap harinya.
- 99,9% gen manusia adalah identik. sedangkan 98,4% gen manusia identik dengan simpanse.
-Bumi ditutupi oleh 70% wilayah perairan. dari sebanyak itu, hanya 1% air yang bisa langsung diminum.
-Pada suhu ruangan, gerakan molekul-molekul di udara memiliki kecepatan sama seperti peluru senapan serbu.
-Air dingin lebih berat dari air panas dengan volume yang sama.
-Setiap hari ada sekitar 150 spesies makhluk hidup yang menuju kepunahan.
-Sepertiga produksi listrik di dunia digunakan untuk menyalakan lampu.
-Janin mulai membentuk sidik jari pada usia 18 minggu
-Pada usia 70 tahun,70% pria masih potent (subur).
-Bernapas dalam-dalam memberi manfaat sama dengan senam aeorobik.
-Selama 10 menit, badai akan melepaskan energi lebih banyak dari semua gabungan senjata nuklir di dunia.
1. Kita semua tahu Teflon kan, itu panci *eh panci yang buat masak. Katanya wajan Teflon itu Anti Lengket. Tapi kenapa stiker Merk Teflon bisa nempel dan lengket di permukaan wajan yang anti lengket itu?.
2. Cicle K & 7 Eleven selalu buka 24 Jam, 7 hari seminggu, dan 12 Bulan setahun. Tapi kenapa di pintu Circle K & 7 Eleven terdapat lubang kunci?.
3. Jika seekor kura-kura kehilangan tempurung nya. Kira-kira Kura-kura itu jadi gelandangan atau malah telanjang?.
4. Olive Oil dibuat dari buah Olive, Avocado Oil dibuat dari Alpukat, Corn Oil dibuat dari Jagung, lalu bagaimana dengan Baby Oil?.
5. Jika ada orang kaget setengah mati, tapi mengalaminya dua kali, apa yang akan terjadi?.
6. Ini yang paling membingungkan. Jika Kotak Hitam (Black Box) di pesawat terbuat dari bahan yang tidak bisa hancur. Kenapa tidak sekalian seluruh badan pesawat dibuat dari material untuk membuat Black Box?.
7. Ini lucu, sate ayam dari daging ayam, sate kambing dari daging kambing, sate kelinci dari daging kelinci, terus kalo Sate Padang dari apa?, masa dari daging orang Padang?, hahahahahaha.
8. Jika ada orang yang desperate atau ketagihan terhadap apapun pasti dianjurkan untuk konseling atau rehab. Nah kalo orang ketagihan konseling atau rehab, maka dianjurkan untuk?.
9. Ini aneh sekali, kenapa Tulisan ini masih terus dibaca?, Perlu konseling??.
Hahahahaha, fakta yang lucu dan aneh, cukup bisa membuat muka tersenyum ditengah kehidupan yang serba berat ini.
Well, anyone, have a great day. Just slow and smile.
Peace.
1. Anjing sudah dipelihara sejak dari 10,000 tahun yang lalu.
2. Ada lebih dari 200 ras anjing yang berbeda.
3. Canis Familiaris adalah nama latin untuk anjing
4. Anjing terbesar di antara semua ras anjing, paling tidak dalam hal berat badan adalah Irish Wolfhound.
5. Hampir semua ras anjing, kecuali 2 jenis, memiliki lidah yang berwarna pink. Dua jenis yang merupakan pengecualian adalah Chow Chow dan Shar-pei, keduanya dengan lidah yang berwarna hitam.
6. Mamalia yang memiliki kelenjar prostat hanya ada 2, yaitu manusia dan anjing.
7. Ada 42 gigi di mulut anjing.
8. Anjing trah Whippet bisa mencapai kecepatan maksimum 35mil/jam (sekitar 56 km/jam).
9. Anjing Taco Bell (maskot dan figur iklan Taco Bell yang diperkenalkan pada tahun 1997) sebenarnya adalah betina, dan nama aslinya adalah Gidget.
10. Salah satu dari binatang-binatang pertama yang dipelihara oleh manusia adalah anjing.
11. Anjing tertua yang pernah hidup berumur 29 tahun.
12. Kata “spring” (Per berbentuk spiral/keong) dalam Springer Spaniel mengacu pada kemampuan anjing ini untuk melejit atau permainan startle (bergerak atau melompat tiba-tiba).
13. Dalam bahasa Flemish, Schipperke diterjemahkan sebagai “Kapten Kecil” / “Kapten Cilik”.
14. Anjing Lhasa Apso digunakan sejak dulu oleh para biksu untuk menjaga kuil-kuil.
15. Anjing Dobermann diciptakan tahun 1860 oleh Louis Dobermann, seorang penagih pajak Jerman, yang mencipatkan anjing itu untuk melindungi dia saat bekerja.
16. Sebagian besar orang berpikir bahwa anjing berkeringat dengan mengeluarkan air liur, tetapi sebenarnya mereka berkeringat melalui bantalan telapak kakinya.
17. Nama Pug dipercaya diambil dari kemiripan anjing ini dengan monyet pug.
18. Berlawanan dengan kepercayaan yang populer, anjing-anjing tidak buta warna tetapi bisa melihat warna. Tetapi skema warna mereka tidak secerah skema warna manusia dan bisa disamakan dengan penglihatan kita pada saat tengah malam.
19. Anda mungkin mengira bahwa seekor Great Dane bisa memakan banyak makanan. Faktanya, mereka bisa memakan sampai dengan 8,5 pon (sekitar 3.856 kilogram) sehari.
20. Kucing bisa melihat jauh lebih baik dari anjing. Faktanya, anjing membedakan objek dari pergerakan, kemudian dari kecerahan, dan terakhir dari bentuk.
21. Diantara anjing-anjing yang terdaftar secara resmi dengan klub kennel di Amerika, jenis Labrador Retriever adalah jenis yang paling populer diikuti oleh Rottweiler dan Gembala Jerman.
22. Semua anjing tanpa membedakan ras adalah keturunan langsung dari serigala dan secara teknis merupakan species yang sama.
23. Kumis anjing, yang ditemukan di moncong, di atas mata dan di bawah rahang secara teknis dikenal sebagai vibrissae. Mereka adalah rambut yang sensitif terhadap sentuhan yang secara aktual dapat merasakan perubahan kecil aliran udara.
24. Anjing-anjing mampu mengetahui letak sumber suara dalam 6/100 detik dengan menggunakan telinga mereka yang seperti piringan radar.
25. Anjing memiliki indera penciuman yang merupakan salah satu yang paling tajam di alam. Manusia mungkin mencium sepanci rebusan yang dimasak di atas kompor, tetapi seekor anjing bisa membedakan bau dari setiap bahan-bahan, mulai dari daging itu sendiri sampai dengan kentang.
26. Anjing trah Basenji adalah satu-satunya anjing yang tidak menggonggong/menyalak di dunia.
27. Anak-anak Dalmatian adalah terlahir murni putih polos, spot-spot berwarna hitam muncul dan berkembang seiring dengan mereka dewasa.
28. Keluarga kerajaan China kuno mencintai anjing Pekingese, mereka membawa-bawa anjing itu dengan menyelipkannya di dalam jubah kerajaan (di depan dada mereka).
29. Potongan rambut anjing Poodle awalnya dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan berenang anjing itu sebagai Retriever (http://en.wikipedia.org/wiki/Retriever), dengan pom-pom (gumpalan bulu) pada tempat-tempat tertentu untuk menghangatkan persendian mereka.
30. Greyhound tidak dapat diragukan kecepatannya. Bahkan mereka bisa mencapai kecepatan 45 mil/jam (sekitar 72 km/jam) dalam waktu singkat.
31. Apakah kamu pernah melihat seekor anjing melingkar dengan ekornya menutupi hidungnya? Mereka melakukan itu untuk menjaga hidungnya tetap hangat saat cuaca dingin.
32. Banyak mata anjing merefleksikan warna hijau di dalam gelap, tetapi sebagian juga merefleksikan warna orange atau merah.
33. Laika, seekor anjing, adalah astronot luar angkasa pertama di dunia. Dia (betina) dikirim ke luar angkasa di dalam satelit bumi buatan di tahun 1957 oleh pemerintah Rusia.
34. Korban-korban peristiwa Titanic yang bertahan hidup termasuk 2 ekor anjing: seekor Pekingese milik Henry Sleeper Harper dan seekor Pomeranian milik Miss Margaret Hays.
35. Jenis anjing tertua yang diketahui adalah Saluki, yang dalam bahasa Arab berarti yang mulia. Anjing-anjing ini dibiakan sebagai anjing berburu oleh orang-orang Mesir kuno.
36. Jenis anjing tertua yang merupakan asli Amerika Utara adalah Chihuahua.
37. Pernyataan bahwa satu tahun penuh dalam hidup anjing sama dengan 7 tahun dalam hidup manusia, tidak sepenuhnya benar. Sebuah perhitungan yang lebih akurat adalah sebagai berikut : dalam satu tahun, seekor anjing sama dengan 16 tahun manusia; dalam 2 tahun anjing sama 24 tahun manusia; dalam 3 tahun anjing 30 tahun manusia; dan untuk setiap tahun berikutnya setelah itu, tambahkan 4 tahun manusia.
38. Setiap menit, anjing menghirup 10-30 nafas.
Fakta Lucu / Unik
Oleh : kholix / 06-Aug-2009 00:31:54
Fakta Lucu / Unik
- Nama yang paling umum digunakan di dunia adalah Mohammed/Muhammad.
- Dalam bahasa inggris, semua nama benua diawali dan diakhiri dengan huruf vokal yang sama.
- Otot terkuat yang ada di badan kita adalah lidah.
- Perempuan ngedip dua kali lebih banyak dari pada laki-laki.
- Menahan nafas tidak akan membuatmu mati.
- Setiap manusia tidak dapat menjilat siku tangannya sendiri.
- Kalau ada orang mengucapkan doa setiap kali ada yang bersin karena memang setiap kali kau bersin, jantungmu berhenti satu milisecond.
- Secara fisik, setiap babi tidak bisa melihat ke langit.
- Bersin terlalu keras dapat mematahkan tulang iga, memutuskan pembuluh darah di kepala atau leher dan mengakibatkan kematian.
- Kalau ada patung orang naik kuda dan dua kaki depan kuda itu naik di udara, itu tandanya orang itu mati dalam perang.
- Kalau kaki kudanya cuma satu yang diangkat berarti orang itu cuma terluka dalam perang.
- Kalau semua kaki kudanya menjejak tanah, berarti orang itu meninggal karena sakit.
- Satu-satunya makanan yang tidak bisa busuk? Jawaban: madu.
- Lidah Buaya nggak bisa melet.
- Siput bisa tidur selama 3 tahun.
- Semua beruang kutub KIDAL!
- Indera perasa kupu-kupu ada di kaki.
- Gajah adalah satu-satunya hewan yang tidak bisa lompat.
- Selama 4000 tahun belakangan ini, jenis hewan yang dipelihara di rumah cuma itu-itu saja.
- Semut selalu jatuh ke kanan setiap kali disemprot cairan anti hama
- Jantung manusia dapat menyemprotkan darah sejauh 30 kaki.
- Dalam 18 bulan, 2 ekor tikus bisa punya lebih dari sejuta anak tikus!
- Dan akhirnya, 99% orang yang baca tulisan ini pasti mencoba menjilat siku.
Tahukah anda bahwa jika anda berteriak terus menerus
selama 8 tahun, 7 bulan dan 6 hari, energi yang anda keluarkan
akan cukup untuk memanaskan secangkir kopi
(Ngapain? Nggak sebanding sama hasilnya)
Jika anda kentut secara konsisten selama 6 tahun 9 bulan,
anda akan menghasilkan gas yang cukup untuk menciptakan
energi yang diperlukan dalam membuat bom atom.
(Nah, kalo ini mendinganlah, lebih sebanding)
Durasi orgasme seekor babi dapat mencapai 30 menit lamanya!!
(kalo reinkarnasi gue mau jadi Babi ah? That's for sure...)
Membenturkan kepala ke tembok menghabiskan 150 kalori setiap jamnya.
(Hmm...Gue masih kepikiran soal babi tadi......)
Dari banyak spesies, hanya manusia dan lumba-lumba yang bisa
melakukan seks sebagai sebuah kesenangan.
(Oh jadi itu sebabnya Flipper sang lumba-lumba selalu tersenyum
dan babi bisa orgasme 30 menit? Nggak adil, nggak adil !!!!!)
Semua beruang kutub kidal.
(Sebodo amaaattt!)
Seekor kecoa mampu bertahan hidup selama 9 hari tanpa kepala,
sebelum mati karena kelaparan.
(Hii syeerem... Jadi next time kalo mau mbunuh kecoa, make sure
seluruh badan ancur!)
Seekor kutu mampu melompat sejauh 350 kali panjang badannya.
Kira-kira sama dengan seorang manusia melompat sejauh lapangan sepak bola!!!
(masih kebayang yang tadi..30 menit bow...kebayang nggak sih?....
dan kenapa musti babi?)
Belalang sembah jantan tidak bisa membuahi betinanya selama
kepalanya masih menempel pada tubuhnya. Sang betina harus
memulai ritual seks dengan memenggal kepala sang jantan.
(Mudah-mudahan nggak ada yang ngasih tahu mereka soal babi tadi....)
Beberapa jenis singa mampu kawin sebanyak 50 kali dalam sehari.
(Boleh juga, tapi lebih gila babi. Quality over quantity bow...)
Alat perasa pada kupu-kupu adalah kakinya.
(Hii...)
Bintang laut tidak mempunyai otak...
(Ah, nggak cuma bintang laut. Manusia juga ada hehehehe.)
Kata Mutiara

Semakin Anda memahami lebih banyak tentang dunia di sekitar Anda, semakin bergairah dan penasaran terhadap kenyataan hidup dalam hidup Anda.
Gairah adalah salah satu elemen pokok yang meringankan upaya dan mengubah kegiatan-kegiatan yang biasa-biasa saja menjadi suatu pekerjaan yang dapat dinikmati.
Semakin besar “Mengapa” Anda akan semakin besar energi yang mendorong Anda untuk meraih sukses.
Mimpi tidak hanya membantu Anda berhadapan dengan kegagalan, tetapi mereka juga memotivasi Anda secara konstan.
Mimpi masa kini adalah kenyataan hari esok.
Anda bisa, jika Anda berpikir bisa, selama akal mengatakan bisa. Batasan apakah sesuatu masuk akal atau tidak, kita lihat saja orang lain, jika orang lain telah melakukannya atau telah mencapai impiannya, maka impian tersebut adalah masuk akal.
Menuliskan tujuan akan sangat membantu dalam menjaga alasan melakukan sesuatu.
Apakah kita bisa untuk mengemban misi kita? Insya Allah kita bisa, karena Allah Mahatahu, Allah tahu sampai dimana potensi dan kemampuan kita. Jika kita tidak merasa mampu berarti kita belum benar-benar mengoptimalkan potensi kita.
Jika target obsesi itu baik, maka memiliki obsesi bukan hanya baik, tetapi harus. Karena motivasi dari sebuah obsesi sangat kuat.
Untuk menjadi sukses, Anda harus memutuskan dengan tepat apa yang Anda inginkan, tuliskan dan kemudian buatlah sebuah rencana untuk mencapainya.
Bisakah kita meraih sukses yang lebih besar lagi?
Merumuskan Visi dan Misi adalah salah satu bentuk dalam mengambil keputusan, bahkan pengambilan keputusan yang cukup fundamental. Visi dan Misi Anda akan menjiwai segala
gerak dan tindakan di masa datang.
Jangan takut dengan gagalnya meraih visi, kegagalan meraih visi sebenarnya bukan suatu kegagalan, tetapi merupakan keberhasilan yang Anda tempuh meski tidak sepenuhnya.
Visi itulah yang akan menuntun perjalanan hidup Anda.
Menciptakan kebiasaan baru adalah salah satu dari kunci sukses. Jika anda ingin sukses Anda harus mulai menciptakan kebiasaan-kebiasaan yang akan membawa Anda kepada kesuksesan.
Jika Anda ingin menang— dalam bisnis, karir, pendidikan, olah raga, dsb— maka Anda harus memiliki kebiasaan-kebiasaan seorang pemenang pula.
Jika Anda ingin suatu kehidupan yang berbeda, buatlah keputusan yang berbeda juga.
Tengoklah kembali perjalanan Anda saat ini, akan menuju kemana? Apakah ke arah yang lebih baik, atau ke arah yang lebih buruk, atau tetap saja seperti saat ini? Tetapkanlah sebuah putusan dan jalanilah menuju konsekuensinya.
Potensial pilihan Anda begitu melimpah, keputusan Anda dapat saja merubah hidup Anda secara dramatis dalam waktu singkat.
Hanya satu motivasi yang ada, yaitu Allah. Adapun motivasi lainnya harus dalam rangka “karena dan/atau untuk” Allah.
Cinta terbesar dan cinta hakiki bagi orang yang beriman ialah cinta kepada Allah. Sehingga cinta kepada Allah-lah yang seharusnya menjadi motivator terbesar dan tidak terbatas.
Sukses yang sudah Anda alami di masa lalu akan membantu untuk memotivasi Anda di masa yang akan datang.
Jika Allah yang menjadi tujuan, kenapa harus dikalahkan oleh rintangan-rintangan yang kecil di hadapan Allah? Jika mencari nafkah merupakan ibadah, semakin kerja keras kita, insya Allah semakin besar pahala yang akan diberikan oleh Allah. Jika nafkah yang didapat merupakan bekal untuk beribadah, maka semakin banyak nafkah yang didapat, semakin banyak ibadah yang bisa dilakukan.
Uang + Ahklaqul Karimah akan menjadi modal yang sangat berharga baik untuk Anda sendiri, maupun untuk kemajuan Umat Islam. Kejarlah keduanya.
Jika niat sudah terpancang karena Allah, tidak akan ada halangan yang bisa menghentikan seseorang melakukan sesuatu. Niat karena Allah ialah motivator yang utama dan seharusnya menjadi satu-satunya motivator kita.
Jangan sampai kita terlena untuk memenuhi kekayaan duniawi yang sifatnya hanya sementara saja, hingga kita lupa akan tugas kita yang sesungguhnya di dunia ini yaitu mengumpulkan perbekalan untuk menuju kampung akhirat yang kekal. Jadi perkayalah diri Anda baik dengan materi maupun dengan ruhani, dan bagikan kekayaan tersebut kepada orang-orang yang ada disekitar Anda, terutama yang lebih membutuhkan.
Ada peluang dan ancaman dibalik harta yang kita miliki.
Tindakan kita akan mengacu kepada apa yang ada dalam pikiran kita.
Jangan terpaku dengan asumsi dan persepsi sendiri, karena bisa salah. Cobalah mulai membuka pikiran Anda terhadap pikiran orang lain, tentu saja dengan filter nilai-nilai yang Anda anut.
Seperti perkelahian orang yang kecil dengan orang yang besar, jika mengadu tenaga atau kekuatan tentu saja si kecil akan kalah, tetapi dengan kecerdikan, si besar bisa dikalahkan.
Sudahkah Anda melihat dan meneliti apa yang sudah Anda lakukan dan membuat rencana ke depan agar lebih baik?
Proyek besar tidak bisa diselesaikan sekaligus, tetapi harus dibagi-bagi kebagian yang kecil dan dapat dikendalikan.
Anda hanya memerlukan rencana yang sederhana dan tetap sederhana, yang penting Anda konsisten menjalankannya.
Dua hal yang perlu Anda ketahui sebelum memulai bisnis, pertama ketahuilah bahwa bisnis itu tidak mudah, kedua bekali diri Anda dengan sikap dan keterampilan yang memadai. Tetapi yakinlah bahwa Anda bisa.
Rencana adalah jembatan menuju mimpimu, jika tidak membuat rencana berarti tidak memiliki pijakan langkahmu menuju apa yang kamu cita-citakan.
Putuskan apa yang Anda inginkan, kemudian tulislah sebuah rencana, maka Anda akan menemukan kehidupan yang lebih mudah dibanding dengan sebelumnya.
Rencana memberikan arah langkah Anda.
Kunci pengelolaan waktu yang efektif: mengeset prioritas dan konsentrasi pada satu pekerjaan pada satu waktu.
Untuk mencapai puncak, Anda harus melalui anak tangga dan terus menerus naik, maka Anda akan mencapai puncak yang Anda inginkan.
Jika sukses merupakan akibat, tentu saja ada sebabnya. Jadi langkah pertama jika Anda ingin sukses ialah dengan mengetahui terlebih dahulu sebab-sebab yang membuat orang lain sukses.
Apa yang membedakan Anda dengan orang lain yang sukses? Jawabannya karena Anda tidak mengerjakan apa yang orang sukses kerjakan.
Segala sesuatu yang kita kejar selalu menuntut bayaran. Hal yang paling umum yang diperlukan saat mengejar cita-cita ialah mengganggu zona nyaman.
Suatu saat mungkin Anda merasa dunia ini bau terasi, kemana pun Anda pergi bau terasi selalu tercium. Sebelum Anda memutuskan bahwa dunia ini penuh dengan terasi, periksalah diri Anda mungkin ada terasi pada kumis atau pakaian Anda.
Untuk mengubah sikap, ternyata tergantung pada diri Anda sendiri.
Menghilangkan sifat dengki pada diri kita akan membantu kita menuju kesuksesan baik dunia maupun akhirat.
Dengan disiplin bukan saja kita tidak mendapatkan sangsi, tetapi dengan disiplin kita akan meraih sukses, terhindar (insya Allah) dari kecelakaan, dan disiplin juga adalah ibadah.
Bermimpilah, buatlah tujuan dari mimpi Anda, buatlah rencana, lakukan rencana, dan capailah mimpi Anda.
Mungkin saja di tempat lain rezeki Anda sudah menunggu.
Jika Anda mempunyai misi mulia, jangan takut untuk gagal, bukan hasil yang akan dinilai, tetapi usaha Anda untuk mencapainya.
Jika kegagalan menghampiri Anda bukan berarti Anda harus menyerah, tetapi cari jalan lain, kemudian kerjakan lagi. Sekali lagi, jangan cepat menyerah.
Menyerah adalah salah satu cara untuk gagal.
Jangan lupakan kegagalan, tetapi ambilah hikmahnya.
Lupakan kekecewaan, karena harapan dimasa depan masih terbentang luas dan begitu cerah.
Jika sudah tidak ada harapan, cobalah jalan yang lain. Masih banyak jalan lain yang bisa membawa Anda menuju kesuksesan.
Anda telah mendapatkan sesuatu yang berharga pada kegagalan sebelumnya, sehingga kini Anda telah lebih bijaksana, lebih berpengalaman, dan lebih terampil.
Diantara ribuan peluang dan kesempatan, di sana ada kesuksesan, namun dikelilingi dengan kegagalan. Ambil kesempatan dan peluang tersebut, biarkan Anda gagal dalam proses menemukan kesuksesan tersebut.
Setiap kegagalan yang Anda buat adalah anak tangga Anda menuju puncak, yaitu sukses. Setiap kegagalan yang Anda temukan, memberikan arah yang jelas menuju sukses.
Kegagalan:
• dapat memberikan kekuatan
• ladang mendapatkan pahala
• dapat menggali potensi Anda
• mengembangkan kreatifitas Anda.
Apabila apa yang sudah Anda rencanakan dan Anda mimpikan tidak terwujud dengan sukses, maka langkah yang paling baik Anda ambil adalah bertawakal pada Allah SWT
Jadi, berharaplah banyak, tetapi jangan kecewa jika gagal.
Kecewa atau tidak, semua tergantung Anda, tergantung bagaimana Anda menyikapi kegagalan. Berharap sedikit hanya akan menghambat Anda mengoptimalkan potensi Anda.
Lebih banyak Anda mencoba, akan mendekatkan Anda kepada sukses, meskipun Anda akan mengalami banyak kegagalan.
Namun cuma itulah yang kita diperlukan, karena kita sering tidak tahu mana yang akan berhasil.
Kebahagian yang didapatkan oleh orang yang menghindari kekecewaan adalah kebahagian yang semu, dia bukan bahagia tetapi hanya tidak kecewa saja.
Banyak perusahaan yang dimulai dengan modal besar bangkrut, sebaliknya bisnis dengan modal kecil banyak yang berhasil. Jadi bukan uang yang menentukan keberhasilan Anda!
Ubahlah sudut pandang Anda terhadap kegagalan, maka Anda tidak akan kecewa terhadap kegagalan yang Anda alami, setidaknya kekecewaan Anda akan sedikit atau sementara saja.
Allah SWT mungkin memberikan ujian berupa kegagalan dan kehilangan kepada kita untuk mengajarkan hikmah kepada kita.
Mungkin, kegagalan, masalah, dan lingkungan yang tidak menyenangkan adalah sebagian dari skenario Allah SWT dalam membina diri kita.
Jangan hiraukan opini negatif Anda, bentuklah kebiasaan beraksi agresif dan positif terhadap ancaman, masalah, dan kegagalan. Fokuskan diri Anda pada sasaran akhirnya, terlepas apapun yang terjadi saat ini.
Jika sikap kita benar, pengalaman mengecewakan akan memberikan hikmah yang membuat kita bahagia.
Mari kita sama-sama belajar kepada pengalaman. Bukan saja pengalaman diri kita saja, tetapi kita juga bisa belajar pada pengalaman orang lain. Pengalaman adalah guru yang bijak.
Ketekunan dan kesabaran jika digabungkan menjadi modal yang sangat besar untuk meraih sukses.
Keberhasilan Anda adalah ditentukan oleh Anda sendiri dan takdir Allah SWT. Bukan oleh orang lain.
Ketimbang tersinggung dengan ejekan dan kritikan, akan lebih baik jika kita malah mengambil manfaatnya. Kadang ejekan dari musuh lebih jujur dari pada pujian seorang teman.
Para pemenang mangambil tanggung jawab terhadap hidupnya. Mereka tidak pernah menyalahkan orang lain atau pun lingkungan. Mereka tidak suka mencari-cari alasan terhadap kegagalan mereka.
Dengan hidup di atas garis, kita tidak akan mandeg dengan alasan kondisi atau apa pun yang terjadi pada diri kita. Hidup kita akan lebih hidup. Kita akan bergairah dan memiliki determinasi yang tinggi dalam mencapai cita-cita kita.
Orang yang biasa berdalih tidak akan mengambil pelajaran dari kesalahan dan kegagalan, kerena dia sudah siap untuk berdalih lagi.
Tidak akan ada keberhasilan tanpa tindakan. Tidak akan tindakan tanpa keberanian. Jadi tidak akan keberhasilan tanpa keberanian. Sukses sejalan dengan keberanian.
Jika wawasan Anda akan semakin luas, Anda akan menemukan jalan-jalan baru untuk meraih sukses. Insya Allah dalam waktu yang tidak lama ketakutan pada diri Anda akan hilang.
Jangan takut menambah saingan dengan membina orang lain, rezeki Allah begitu melimpah di bumi ini. Dan Allah telah menetapkan rezeki bagi setiap makhluk-Nya bahkan hewan melata sekalipun.
Ketakutan-ketakutan akan membatasi Anda untuk melakukan berbagai hal yang sangat berarti bagi Anda.
Mulailah sekarang juga untuk melangkah, menuju tujuan Anda meskipun selangkah demi selangkah tetapi akan membawa Anda ke tujuan, asal arah yang Anda tempuh benar.
Mimpi memang sangat perlu untuk memelihara gairah hidup dan kemajuan, tetapi mimpi tanpa disertai tindakan hanyalah seperti pepesan kosong belaka.
Aplikasi atau tindakanlah yang membuat orang sukses, tentu saja setelah mimpi yang tinggi dan ilmu yang mencukupi.
Bagaimanapun mimpi yang bernilai tinggi otomatis memerlukan pengorbanan yang tinggi pula dan kerja yang terfokus.
Diam tidak pasti, bertindak tidak pasti, kalau begitu mendingan kita bertindak.
Semakin berkerja keras kita, semakin beruntung kita. Apalagi jika niat kita lurus, tidak ada kerja keras kita yang sia-sia. Allah Mahatahu, sehingga pasti akan tahu apa yang terbaik bagi kita, termasuk mungkin kita harus lebih banyak berusaha.
Sedetik waktu terlewat, tidak akan pernah bisa kembali. Maka jangan sia-siakan waktu yang kita miliki.
Sesungguhnya waktu adalah hidup, dan hidup sendiri adalah menjalani waktu. Sejauh mana Anda menghargai waktu, berarti sejauh itulah Anda menghargai hidup Anda.
Bekerjalah sebaik mungkin, pikirkan berbagai kemungkinan yang terjadi, sehingga jika kemungkinan tersebut datang kita sudah siap. Bisa saja esok akan lebih sulit.
Ketidakpastian selalu menyertai kita, jangan lari, percuma. Yang perlu dilakukan ialah gunakanlah kreatifitas Anda untuk mencari solusi-solusi baru dan tetaplah semangat untuk
mengaplikasikan solusi-solusi tersebut.
Mungkin saja setiap masalah dan tantangan yang kita anggap sulit itu masih ada solusinya, namun belum terpikirkan oleh kita.
Hindarilah membatasi diri Anda, pikiran-pikiran Anda, atau mimpi-mimpi Anda, sebab, apa yang kita lakukan atau apa yang kita buat esok hari tidak pernah terpikirkan hari ini.
Manusia sudah diberi kemampuan untuk berkreasi.
Tidak ada waktu yang lebih baik selain sekarang untuk memulai hidup yang baik. Anda tidak perlu untuk menciptakan ulang kehidupan anda di waktu yang sudah lewat. Mulailah meskipun hanya dengan satu langkah, yang penting anda memulai, jangan ditunda untuk besok.
Jika Anda ingin beruntung, persiapkan diri Anda dengan membina sikap Anda dan membekali diri dengan berbagai keterampilan yang memadai.
Anak bebek akan bertingkah seperti ayam saat menganggap dirinya ayam. Sebaliknya anak bebek bertingkah laku sebagai mana bebek lainnya saat dia sadar kalau dia itu bebek. Fenomena ini juga berlaku pada manusia, dia akan bertingkah sesuai dengan anggapan pada dirinya sendiri.
Sekali kita underestimate terhadap diri sendiri, kita akan rugi, karena potensi kita akan terkungkung oleh batas yang terlalu sempit dibandingkan dengan batas yang sebenarnya.
Cacat atau kekurangan lainnya mem ang akan membatasi kebebasan kita di suatu sisi. Namun kebebasan itu banyak dan bermacam-macam, jika salah satu kebebasan kita terpenjara,
kita masih bisa mencari kebebasan yang lainnya.
Jangan menganggap diri kita tidak mampu sebelum mencoba, belajar, dan berlatih.
Kita memiliki keunikan masing-masing yang dapat menjadi keunggulan kita masing-masing.
Jika Anda belum merasa memiliki keunggulan saat ini, mungkin Anda belum memiliki semangat yang tinggi dan motivasi yang kuat dalam rangka menggali potensi Anda. Untuk meraih keunggulan lebih tinggi kita memerlukan bantuan orang lain.
Dalam mengahadapi perubahan dan untuk menjadi manusia unggul ada satu jalan yang tidak boleh tidak harus kita lakukan, yaitu selalu memperbaiki diri terus-menerus.
Allah SWT memerintahkan kita untuk mau berpikir tentang penciptaan-Nya yang begitu menakjubkan, rumit, dan kompleks. Namun semua itu telah Allah SWT tundukan untuk kita. Ini sebagai tanda bahwa manusia memiliki kemampuan (dari Allah) untuk menundukan apa yang ada di langit dan di bumi.
Mengevaluasi apa yang kita lakukan dan semua pencapaian kita. Apapun hasilnya akan menjadi fondasi kuat untuk kehidupan kita dimasa mendatang yang lebih baik.
Lalui kesulitan dan betakwalah, maka kemudahan pun akan datang.
Pembelajaran Kooperatif Learning
Nama : Ibnu Kohar
NIM : 0802034
Kelas : 2B
Mata Kuliah : Inovasi Pendidikan
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
(COOPERATIVE LEARNING)
Model Pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran dengan setting kelompok-kelompok kecil dengan memperhatikan keberagaman anggota kelompok sebagai wadah siswa bekerjasama dan memecahkan suatu masalah melalui interaksi sosial dengan teman sebayanya, memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mempelajari sesuatu dengan baik pada waktu bersamaan dan ia menjadi narasumber bagi teman yang lain. Jadi, model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang mengutamakan kerjasama diantara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Model pembelajaran kooperatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Untuk menuntaskan materi belajarnya, siswa belajar dalam kelompok secara kooperatif.
2. Kelompok dibentuk dari siswa-siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah.
3. Jika dalam kelas terdapat siswa-siswa yang terdiri dari beberapa ras, suku, budaya dan jenis kelamin berbeda, maka diupayakan agar dalam tiap kelompok terdiri dari ras, suku, budaya, jenis kelamin yang berbeda pula.
4. Penghargaan lebih diutamakan pada kerja kelompok dari pada perorangan.
Tujuan model pembelajaran kooperatif adalah menciptakan situasi yang mampu memacu keberhasilan individu melalui kelompoknya. Model ini juga dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan pembelajaran yaitu :
1. Kemampuan akademik
2. Penerimaan perbedaan individu
3. Pengembangan keterampilan sosial
Pembelajaran kooperatif tidak hanya mempelajari materi saja, tetapi siswa juga harus mempelajari keterampilan-keterampilan khusus yang disebut keterampilan kooperatif. Keterampilan kooperatif berfungsi melancarkan hubungan kerja dan tugas. Peranan hubungan kerja dapat dibangun dengan mengembangkan komunikasi antar anggota kelompok, sedangkan peranan tugas dilakukan dengan membagi tugas antar anggota kelompok selama kegiatan. Keterampilan-keterampilan kooperatif tersebut antara lain :
1. Keterampilan kooperatif tingkat awal.
a. Menggunakan kesepakatan.
b. Menghargai kontribusi.
c. Mengambil giliran dan berbagai tugas.
d. Berada dalam kelompok.
e. Berada dalam tugas.
f. Mendorong partisipasi.
g. Mengundang orang lain untuk berbicara.
h. Menyelesaikan tugas pada waktunya.
i. Menghormati perbedaan individu.
2. Keterampilan tingkat menengah.
1. Menunjukkan penghargaan.
2. Mengungkapkan ketidaksetujuan dengan cara yang dapat diterima.
3. Mendengarkan dengan aktif.
4. Membuat ringkasan.
5. Menafsirkan.
6. Mengatur dan mengorganisir.
7. Menerima tanggung jawab.
8. Mengurangi ketegangan.
3. Keterampilan tingkat mahir.
1. Mengelaborasi.
2. Memeriksa dengan cermat.
3. Menanyakan kebenaran.
4. Menetapkan tujuan.
5. Berkompromi.
Pada dasarnya pembelajaran kooperatif mempunyai 6 (enam) langkah utama yaitu:
1. Fase pertama, pelajaran dimulai dengan guru menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa untuk belajar.
2. Fase kedua, menyajikan informasi dalam bentuk demonstrasi atau melalui bahan bacaan.
3. Fase ketiga, mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar.
4. Fase keempat, membimbing kelompok bekerja dan belajar.
5. Fase kelima, evaluasi tentang apa yang sudah dipelajari sehingga masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.
6. Fase keenam, memberikan penghargaan baik secara kelompok maupun individu.
Keuntungan dari metode pembelajaran kooperatif, antara lain:
1. Siswa mempunyai tanggung jawab dan terlibat secara aktif dalam pembelajaran.
2. Siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
3. Meningkatkan ingatan siswa.
4. Meningkatkan kepuasan siswa terhadap materi pembelajaran.
Beberapa kelebihan model pembelajaran kooperatif adalah:
1. Saling ketergantungan yang positif.
2. Adanya pengakuan dalam merespon perbedaan individu.
3. Siswa dilibatkan dalam perencanaan dan pengelolaan kelas.
4. Suasana kelas yang rileks dan menyenangkan.
5. Terjalinnya hubungan yang hangat dan bersahabat antara siswa dengan guru.
6. Memiliki banyak kesempatan untuk mengekspresikan pengalaman emosi yang menyenangkan.
Beberapa kelemahan model pembelajaran kooperatif adalah:
1. Faktor dari dalam yaitu sebagai berikut:
a. Guru harus mempersiapkan pembelajaran secara matang, disamping itu memerlukan lebih banyak tenaga, pemikran, dan waktu.
b. Agar proses pembelajaran berjalan dengan lancar maka dibutuhkan dukungan fasilitas, alat, dan biaya yang cukup memadai.
c. Selama kegiatan diskusi kelompok berlangsung, ada kecenderungan topik permasalahan yang sedang dibahas meluas. Sehingga banyak yang tidak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
d. Saat diskusi kelas, terkadang didominasi oleh seseorang, hal ini mengakibatkan siswa yang lain menjadi pasif.
2. Faktor dari luar erat kaitannya dengan kebijakan pemerintah yaitu padamya kurikulum pembelajaran sejarah, selain itu pelaksanaan tes yang terpusat seperti UN atau UNAS sehingga kegiatan belajar mengajar di kelas cenderung dipersiapkan untuk keberhasilan perolehan UN atau UNAS.
NIM : 0802034
Kelas : 2B
Mata Kuliah : Inovasi Pendidikan
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
(COOPERATIVE LEARNING)
Model Pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran dengan setting kelompok-kelompok kecil dengan memperhatikan keberagaman anggota kelompok sebagai wadah siswa bekerjasama dan memecahkan suatu masalah melalui interaksi sosial dengan teman sebayanya, memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mempelajari sesuatu dengan baik pada waktu bersamaan dan ia menjadi narasumber bagi teman yang lain. Jadi, model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang mengutamakan kerjasama diantara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Model pembelajaran kooperatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Untuk menuntaskan materi belajarnya, siswa belajar dalam kelompok secara kooperatif.
2. Kelompok dibentuk dari siswa-siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah.
3. Jika dalam kelas terdapat siswa-siswa yang terdiri dari beberapa ras, suku, budaya dan jenis kelamin berbeda, maka diupayakan agar dalam tiap kelompok terdiri dari ras, suku, budaya, jenis kelamin yang berbeda pula.
4. Penghargaan lebih diutamakan pada kerja kelompok dari pada perorangan.
Tujuan model pembelajaran kooperatif adalah menciptakan situasi yang mampu memacu keberhasilan individu melalui kelompoknya. Model ini juga dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan pembelajaran yaitu :
1. Kemampuan akademik
2. Penerimaan perbedaan individu
3. Pengembangan keterampilan sosial
Pembelajaran kooperatif tidak hanya mempelajari materi saja, tetapi siswa juga harus mempelajari keterampilan-keterampilan khusus yang disebut keterampilan kooperatif. Keterampilan kooperatif berfungsi melancarkan hubungan kerja dan tugas. Peranan hubungan kerja dapat dibangun dengan mengembangkan komunikasi antar anggota kelompok, sedangkan peranan tugas dilakukan dengan membagi tugas antar anggota kelompok selama kegiatan. Keterampilan-keterampilan kooperatif tersebut antara lain :
1. Keterampilan kooperatif tingkat awal.
a. Menggunakan kesepakatan.
b. Menghargai kontribusi.
c. Mengambil giliran dan berbagai tugas.
d. Berada dalam kelompok.
e. Berada dalam tugas.
f. Mendorong partisipasi.
g. Mengundang orang lain untuk berbicara.
h. Menyelesaikan tugas pada waktunya.
i. Menghormati perbedaan individu.
2. Keterampilan tingkat menengah.
1. Menunjukkan penghargaan.
2. Mengungkapkan ketidaksetujuan dengan cara yang dapat diterima.
3. Mendengarkan dengan aktif.
4. Membuat ringkasan.
5. Menafsirkan.
6. Mengatur dan mengorganisir.
7. Menerima tanggung jawab.
8. Mengurangi ketegangan.
3. Keterampilan tingkat mahir.
1. Mengelaborasi.
2. Memeriksa dengan cermat.
3. Menanyakan kebenaran.
4. Menetapkan tujuan.
5. Berkompromi.
Pada dasarnya pembelajaran kooperatif mempunyai 6 (enam) langkah utama yaitu:
1. Fase pertama, pelajaran dimulai dengan guru menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa untuk belajar.
2. Fase kedua, menyajikan informasi dalam bentuk demonstrasi atau melalui bahan bacaan.
3. Fase ketiga, mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar.
4. Fase keempat, membimbing kelompok bekerja dan belajar.
5. Fase kelima, evaluasi tentang apa yang sudah dipelajari sehingga masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.
6. Fase keenam, memberikan penghargaan baik secara kelompok maupun individu.
Keuntungan dari metode pembelajaran kooperatif, antara lain:
1. Siswa mempunyai tanggung jawab dan terlibat secara aktif dalam pembelajaran.
2. Siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
3. Meningkatkan ingatan siswa.
4. Meningkatkan kepuasan siswa terhadap materi pembelajaran.
Beberapa kelebihan model pembelajaran kooperatif adalah:
1. Saling ketergantungan yang positif.
2. Adanya pengakuan dalam merespon perbedaan individu.
3. Siswa dilibatkan dalam perencanaan dan pengelolaan kelas.
4. Suasana kelas yang rileks dan menyenangkan.
5. Terjalinnya hubungan yang hangat dan bersahabat antara siswa dengan guru.
6. Memiliki banyak kesempatan untuk mengekspresikan pengalaman emosi yang menyenangkan.
Beberapa kelemahan model pembelajaran kooperatif adalah:
1. Faktor dari dalam yaitu sebagai berikut:
a. Guru harus mempersiapkan pembelajaran secara matang, disamping itu memerlukan lebih banyak tenaga, pemikran, dan waktu.
b. Agar proses pembelajaran berjalan dengan lancar maka dibutuhkan dukungan fasilitas, alat, dan biaya yang cukup memadai.
c. Selama kegiatan diskusi kelompok berlangsung, ada kecenderungan topik permasalahan yang sedang dibahas meluas. Sehingga banyak yang tidak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
d. Saat diskusi kelas, terkadang didominasi oleh seseorang, hal ini mengakibatkan siswa yang lain menjadi pasif.
2. Faktor dari luar erat kaitannya dengan kebijakan pemerintah yaitu padamya kurikulum pembelajaran sejarah, selain itu pelaksanaan tes yang terpusat seperti UN atau UNAS sehingga kegiatan belajar mengajar di kelas cenderung dipersiapkan untuk keberhasilan perolehan UN atau UNAS.
Selamat Datang
Multiple Intelegensi
KECERDASAN MAJEMUK ( MULTIPLE INTELEGENSI ) DAN PENERAPANNYA DALAM PEMBELAJARAN IPA
oleh
Sunardi ,S.Pd.(SMPN1 Sungai Lilin MUBA Sumsel/Alumni FKIP Fisika UNSRI)
Sri Wahyuni,S.Pd. (SMPN 1 Lembang jaya Solok SUMBAR/Alumni Pend Biologi UNP)
Tanti Kafitani Syafi'i,S.Pd. (SMPN 1 Sp Kiri Subulussalam NAD/Alumni Pend Fisika UPI)
A. Pengertian
Kecerdasan ( intelegensi ) adalah kemampuan untuk melakukan abstraksi, serta berpikir logis dan cepat sehingga dapat bergerak dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru. Kemampuan kognitif, psikomotor, dan afektif yang dimiliki seseorang disebut dengan kecerdasan. ( Amsal Amri, 2008 : 49 ), sedangkan Howard Garder ( dalam Sunaryo Kartadinata, 2008 : 6 ) mendefinisikan kecerdasan sebagai :
1. Kemampuan memecahkan masalah yang muncul dalam kehidupan nyata.
2. Kemampuan melahirkan masalah baru untuk dipecahkan.
3. Kemampuan menyiapkan atau menawarkan suatu layanan yang bermakna dalam kehidupan kultur tertentu.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kecerdasan adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki seseorang. Kemampuan-kemampuan yang dimiliki seseorang tidak akan semuanya sama dengan kemampuan-kemampuan yang dimiliki orang lain, karena kemampuan banyak jenisnya ( beranekaragam ), dan keanekaragaman dari kemampuan-kemampuan itu disebut dengan kecerdasan majemuk ( multiple intelegensi ).
Kecerdasan majemuk yang merupakan keanekaragaman kemampuan yang menyangkut beberapa bidang.
Menurut Gardner, 1983 ( dalam Linda Campbell, 2006 ) kecerdasan atau intelegensi ada 10 macam yaitu:
1. Kecerdasan linguistic ( Linguistik intelligence )
Adalah kemampuan untuk berfikir dalam bentuk kata-kata dan menggunakan bahasa untuk mengekpresikan dan menghargai makna yang komplek, yang meliputi kemampuan membaca, mendengar, menulis, dan berbicara.
2. Intelegensi logis-matematis ( Logical matematich)
Adalah kemampuan dalam menghitung, mengukur dan mempertimbangkan proposisi dan hipotesis serta menyelesaikan operasi-operasi matematika,
3. Intelegensi Musik ( Musical intelegence )
Intelegensi musik adalah kecerdasan seseorang yang berhubungan dengan sensitivitas pada pola titik nada, melodi, ritme, dan nada. Musik adalah bahasa pendengaran yang menggunakan tiga komponen dasar yaitu intonasi suara, irama dan warna nada yang memakai system symbol yang unik.
4. Intelegensi kinestetik.
Kinestetik adalah belajar melalui tindakan dan pengalaman melalui panca indera.
Intelegensi kinestetik adalah kemampuan untuk menyatukan tubuh atau pikiran untuk menyempurnakan pementasan fisik. Dalam kehidupan sehari-hari dapat diamati pada actor,atlet atau penari, penemu, tukang emas, mekanik..
5. Intelegensi Visual-Spasial
Intelegensi visual-spasial merupakan kemampuan yang memungkinkan memvisualisasikan infoomasi dan mensintesis data-data dan konsep-konsep ke dalam metavor visual.
6. Intelegensi Interpersonal
Intelegensi interpersonal adalah kemampuan untuk memahami dan berkomunikasi dengan orang lain dilihat dari perbedaan, temperamen, motivasi, dan kemampuan.
7. Intelegensi Intrapersonal
Adalah kemampuan seseorang untuk memahami diri sendiri dari keinginan, tujuan dan system emosional yang muncul secara nyata pada pekerjaannya.
8. Intelegensi Naturalis.
Adalah kemampuan untuk mengenal flora dan fauna melakukan pemilahan-pemilahan utuh dalam dunia kealaman dan menggunakan kemampuan ini secara produktif misalnya untuk berburu, bertani, atau melakukan penelitian biologi.
9. Intelagensi Emosional.
Adalah yang dapat membuat orang bisa mengingat, memperhatikan, belajar dan membuat keputusan yang jernih tanpa keterlibatan emosi. Jadi intelegensi emosional disini berkaitan dengan sikap motivasi, kegigihan, dan harga diri yang akan mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan siswa.
10. Intelegensi Spiritual.
Adalah kemampuan yang berhubungan dengan pengakuan adanya Tuhan sebagai pencipta alam semesta beserta isinya.
Kemampuan-kemampuan yang termasuk dalam sepuluh aspek kecerdasan majemuk ( multiple intelegensi ) yang dimiliki masing-masing orang tersebut diatas merupakan potensi intelektual seseorang untuk dapat mengikuti proses pembelajaran.
Pembelajaran adalah suatu proses pengembangan kognitif, psikomor, dan afektif ketika seseorang berada pada lingkungan. Menurut Depdiknas ( 2004 ) pembelajaran adalah pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap baru pada saat seseorang berintegrasi dengan informasi dan lingkungan. Pembelajaran dapat terjadi pada berbagai disiplin ilmu, salah satunya adalah Pembelajaran IPA.
Pembelajaran IPA ( Ilmu Pengetahuan Alam ) pada hakikatnya adalah pembelajaran yang berorientasi pada keadaan alam semesta beserta isinya, yang meliputi benda hidup ( mahluk hidup ) dan benda mati. Pembelajaran IPA dapat diartikan sebagai proses pengembangan aspek kognitif, psikomotor, dan afektif dalam mempelajari alam semesta beserta isinya.
B. Pengembangan Multi Intelegensi dalam Pembelajaran IPA SMP.
1. Proses Pembelajaran yang Mengembangkan Intelegensi Verbal Linguistik.
Proses pembelajaran yang mengembangkan intelegensi verbal linguistic dapat merangsang perkembangan multi intelegensi dalam setiap mata pelajaran termasuk Ilmu Pengetahuan Alam.
Beberapa cara yang dapat dilakukan dalam pembelajaran untuk mengembangkan intelegensi verbal linguistic dalam dalam pembelajaran IPA adalah mendengarkan materi yang akan dibahas dari kaset maupun dari informasi yang langsung disampaikan oleh guru, diskusi kelas, membuat hasil laporan laporan pengamatan, melakukan kegiatan wawancara, mencari bahan untuk melengkapi tugas, menulis karya ilmiah dan sebagainya.
2. Pembelajaran yang Mengembangkan Intelegensi Logika Matematika.
Dalam Ilmu Pengetahuan Alam hal yang patut diperhatikan dalam mengajar adalah penerapan konsep dasar IPA secara tepat dalam membuat keputusansetiap hari dan membantu siswa mengenal hubungan antara Ilmu Pengetauan Alam dengan teknologi dalam kehidupan masyarakat.
Penerapan Intelegensi Logika Matematika dalam pembelajaran IPA dapat melalui beberapa cara, yaitu:
1) Metoda Ilmiah
Metoda ilmiah adalah suatu cara untuk menemukan produk ilmiah dengan langkah-langkah yang logis dan matematis. Proses umum metode ilmiah secara empiris adalah:
a. Menemukan masalah.
b. Menyusun hipotesa atau dugaan sementara.
c. Menguji hipotesis dengan melakukan percobaan.
d. Menarik kesimpulan
e. Menguji kesimpulan.
2) Berfikir secara Ilmiah berdasarkan Kurikulum.
3) Logika Deduktif.
Logika deduktif adalah cara berfikir dengan menguraikan konsep yang umum ke konsep yang khusus.
Contohnya :
a. Silogisme adalah argument yang tersusun dari dasar pemikiran dan kesimpulan.
b. Diagram Venn, menggunakan lingkaran yang saling melengkapi untuk membandingkan sekumpulan informasi.
4) Logika Induktif
Logika induktif adalah cara berfikir seseorang dengan mempertimbangkan kenyataan fakta khusus kepada kasimpulan umum dengan menggunakan analogi.
5) Meningkatkan belajar dan berfikir.
Meningkatkan berfikir siswa, guru dalam pembelajaran menggunakan media pembelajaran.
6) Proses berfikir secara matematika.
Matematika mata pelajaran yang khusus berfikir abstrak dan sulit, sehingga anak tidak tertarik. Untuk itu guru dapat menyusun pembelajaran dengan pola gambar, grafik, dan pembuatan kode untuk menimbulkan keingintahuan.
7) Bekerja dengan angka-angka.
Siswa yang menyukai ketelitian akan menemukan kesenangan bekerja dengan angka-angka seperti pengukuran, peluang, masalah-masalah dalam bentuk cerita.
8) Teknologi yang meningkatkan intelegensi logi-matematika.
Siswa dapat belajar dengan efektif dengan menggunakan software yang menarik.
3. Proses Pembelajaran yang Mengembangkan Intelegensi Musik.
Musik memilki kaitan yang erat dengan emosional seseorang, yaitu:
a. Memberikan suasana yang ramah ketika siswa memasuki ruangannya.
b. Menawarkan efek yang meredakan setelah melakukan aktivitas fisik.
c. Melancarkan peralihan antar kelas.
d. Membangkitkan kembali energy yang mulai sedikit.
e. Mengurangi strees.
f. Menciptakan suasana positif di sekolah.
Cara yang dapat dilakukan untuk mengembagkan intelegensi music di sekolah adalah:
a. Memasang music latar yang lembut dan universal di sekolah.
b. Melalui pembelajaran masing-masing bidang studi yang ada di sekolah.
Misalnya: menciptakan lagu-lagu yang bertemakan materi yang sedang diajarkan.
4. Proses Pembelajaran yang Mengembangkan Intelegensi Kinestetik.
Ada bermacam-macam aktivitas tectile-kinestetik yang bertujuan untuk mempertinggi pembelajaran siswa di segala usia, yaitu:
a. Lingkungan fisik : daerah ruang kelas, dalam merencanakan ruang kelas, para pengajar membuat ruangan yang bisa membuat perasaan siswa menjadi senang.
b. Drama : teater, permainan peran, drama kreatif, simulasi ( keadaan yang meniru ) keadaan sebenarnya.
c. Gerak kreatif : memahami pengetahuan jasmaniah, memperkenalkan aktifitas gerak kreatif,menerapkan gerak kreatif keahlian dasar, menciptakan isi yang lebih terarah dari aktivitas gerakan.
d. Tari : bagian-bagian tari, rangkaian pembelajaran melalui tari.
e. Memainkan alat-alat : kartu-kartu tugas,teka-teki kartu tugas, menggambar alat-alat tambahan, membuat tanda-tanda bagi ruang kelas.
f. Permainan ruangan kelas : Binatang buruan ( binatang pemakan bangkai) permainan-permainan lantai besar, permainan-permainan merespon gerak fisik secara meanyeluruh, permainan mengulang hal yang umum.
g. Pendidikan fisik : karakteristik dari seorang pengajar ( tentang ) fisik , pendidikan petualang, jaringan laba-laba, piramida sepuluh orang, petualangan-petuangan sepuluh orang.
h. Kesempatan-kesempatan latihan.
i. Perjalanan ke alam bebas.
5. Proses Belajar yang Mengembangkan Intelegensi Visual Spasial.
Proses belajar ini merupakan suatu proses yang mengembangkan kemampuan persepsi. Imajinasi dan estesti dalam buku Mc.Kim Experience in Visual thinking.
Mengidentifikasi 3 komponen yang luas dari gambaran visual :
a. Gambaran eksternal yang kita rasakan.
b. Gambaran internal yang kita impikan / kita bayangkan.
c. Gambaran yang kita ciptakan melalui gambar yang tak beraturan.
6. Proses belajar yang mengembangkan Intelegensi Interpersonal.
a. Membangun lingkungan interpersonal yang positif.
Kriteria group yang efektif :
1) Lingkungan kelas hangat dan terbuka.
2) Guru dan siswa bersama-sama membuat tata tertib dan sanksi berdasarkan kemanusiaan.
3) Proses pembelajaran saling ketergantungan yaitu melakukan peran aktif dan kontribusi darai semua siswa.
4) Belajar bertujuan untuk belajar dari kurikulum, dari teman dan dari pengalaman.
5) Tugas dan tanggung jawab dibagi rata, sehingga setiap anggota kelas merasa penting dalam kelas.
b. Pembelajaran kolaboratif.
c. Penanganan konflik.
d. Belajar melalui tugas sosial / jasa.
e. Menghargai perbedaan.
f. Membangun persfektif yang beragam.
g. Pemecahan masalah global dan local dalam pendidikan multicultural.
h. Tekhnologi yang meningkatkan intelegensi interpersonal.
7. Proses Belajar yang Mengembangkan Intelegensi Intrapersonal.
a. Membangun suatu lingkungan untuk mengembangkan pengetahuan diri.
b. Penopang penghargaan diri.
c. Penyusunan dan pencapaian tujuan.
d. Keterampilan berfikir.
e. Pendidikan keterampilan emosional dalam kelas.
f. Penulisan jurnal.
g. Mengetahui diri sendiri melalui orang lain.
h. Merefleksikan ketakjupan dan tujuan hidup.
i. Belajar mengarahkan diri sendiri.
j. Teknologi yang mempertinggi intelegensi interpersonal.
8. Proses Pembelajaran yang Mengembangkan Intelegensi Naturalisme.
Proses pembelajaran ini merupakan suatu proses yang mengembangkan kemampuan naturalism pada siswa yaitu :
a. Menata lingkungan sekolah yang hijau dan asri.
b. Dalam mempelajari materi yang berhubungan dengan klasifikasi tumbuhan, ekosistem, pencemaran lingkungan siswa diajak langsung kea lam.
c. Sekolah menyediakan alat bantu pelajaran seperti torso dan charta tentang organ-organ tubuh manusia.
d. Menerapkan pelajaran pertanian atau perikanan yang disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing.
e. Sekolah mengembangkan proses pembelajaran yang dapat membangkitkan kepedulian siswa terhadap lingkungan.
9. Proses Pembelajaran yang Mengembangkan Intelegensi Emosional.
Pembelajaran emosional dapat meningkatkan sistem pembelajaran kognitif, dimana dengan cara ini otak emosional terlibat dalam pembelajaranpenalaran sama kuatnya dengan otak berfikir. Prinsip ini harus diterapkan oleh guru dalam mengajar, menurut Goleman, 1995 ( dalam Barbara K.Given, 2002). Hal-hal yang dapat diterapkan oleh guru dalam mengembangkan intelegensi emosional adalah sebagai berikut:
a. Sebaiknya guru dalam mengawali pelajaran dengan sikap lemah lembut, dengan cara bertahap meningkatkan antusiame.
b. Menciptakan suasana kelas seperti yang diinginkan siswa.
c. Guru bias menggerakkan siswa perlahan-lahan menuju keadaan sosial emosional yang berbeda.
d. Dalam mengajar hendaknya guru mengembangkan rasa humor yang bias menurunkan ketegangan yang mungkin timbul akibat ketidak selarasan antara guru dan siswa.
10. Proses Pembelajaran yang Mengembangkan Intelegensi Spiritual.
Dalam proses pembelajaran sebaiknya memperluas cakupan dari ayat- ayat Alquran serta makna-makna yang terkandung di dalamnya sehingga mengakar di dalam jiwa dan pikiran siswa dengan cara menarik hikmah dari materi pembelajaran yang disampaikan kepada siswa.
Implikasi materi pembelajaran IPA dalam mengembangkan intelegensi spiritual sangat banyak sekali, sebagai contoh tentang tata surya. Dalam materi ini siswa dituntut untuk menguasai matahari sebagai bintang, matahari sebagai pusat tatasurya, rotasi dan revolusi bumi, pergerakan 9 macam planet dan sebagainya. Di akhir pembelajaran guru mengajak siswa untuk mengamati keteraturan gerak anggota tata surya dan menghubungkannya dengan surat yasin ayat 37 sampai ayat 40 yang artinya :
“ Dan sebagai tanda kebesaran Allah bagi mereka adalah malam, Kami tanggalkansiang dari malam itu, maka seketika itu mereka berada dalam kegelapan. Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Allah yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bulan, sehingga ( setelah ia sampai ke tempat peredaran terakhir ) kembali seperti bentuk tanndan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya ”.
oleh
Sunardi ,S.Pd.(SMPN1 Sungai Lilin MUBA Sumsel/Alumni FKIP Fisika UNSRI)
Sri Wahyuni,S.Pd. (SMPN 1 Lembang jaya Solok SUMBAR/Alumni Pend Biologi UNP)
Tanti Kafitani Syafi'i,S.Pd. (SMPN 1 Sp Kiri Subulussalam NAD/Alumni Pend Fisika UPI)
A. Pengertian
Kecerdasan ( intelegensi ) adalah kemampuan untuk melakukan abstraksi, serta berpikir logis dan cepat sehingga dapat bergerak dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru. Kemampuan kognitif, psikomotor, dan afektif yang dimiliki seseorang disebut dengan kecerdasan. ( Amsal Amri, 2008 : 49 ), sedangkan Howard Garder ( dalam Sunaryo Kartadinata, 2008 : 6 ) mendefinisikan kecerdasan sebagai :
1. Kemampuan memecahkan masalah yang muncul dalam kehidupan nyata.
2. Kemampuan melahirkan masalah baru untuk dipecahkan.
3. Kemampuan menyiapkan atau menawarkan suatu layanan yang bermakna dalam kehidupan kultur tertentu.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kecerdasan adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki seseorang. Kemampuan-kemampuan yang dimiliki seseorang tidak akan semuanya sama dengan kemampuan-kemampuan yang dimiliki orang lain, karena kemampuan banyak jenisnya ( beranekaragam ), dan keanekaragaman dari kemampuan-kemampuan itu disebut dengan kecerdasan majemuk ( multiple intelegensi ).
Kecerdasan majemuk yang merupakan keanekaragaman kemampuan yang menyangkut beberapa bidang.
Menurut Gardner, 1983 ( dalam Linda Campbell, 2006 ) kecerdasan atau intelegensi ada 10 macam yaitu:
1. Kecerdasan linguistic ( Linguistik intelligence )
Adalah kemampuan untuk berfikir dalam bentuk kata-kata dan menggunakan bahasa untuk mengekpresikan dan menghargai makna yang komplek, yang meliputi kemampuan membaca, mendengar, menulis, dan berbicara.
2. Intelegensi logis-matematis ( Logical matematich)
Adalah kemampuan dalam menghitung, mengukur dan mempertimbangkan proposisi dan hipotesis serta menyelesaikan operasi-operasi matematika,
3. Intelegensi Musik ( Musical intelegence )
Intelegensi musik adalah kecerdasan seseorang yang berhubungan dengan sensitivitas pada pola titik nada, melodi, ritme, dan nada. Musik adalah bahasa pendengaran yang menggunakan tiga komponen dasar yaitu intonasi suara, irama dan warna nada yang memakai system symbol yang unik.
4. Intelegensi kinestetik.
Kinestetik adalah belajar melalui tindakan dan pengalaman melalui panca indera.
Intelegensi kinestetik adalah kemampuan untuk menyatukan tubuh atau pikiran untuk menyempurnakan pementasan fisik. Dalam kehidupan sehari-hari dapat diamati pada actor,atlet atau penari, penemu, tukang emas, mekanik..
5. Intelegensi Visual-Spasial
Intelegensi visual-spasial merupakan kemampuan yang memungkinkan memvisualisasikan infoomasi dan mensintesis data-data dan konsep-konsep ke dalam metavor visual.
6. Intelegensi Interpersonal
Intelegensi interpersonal adalah kemampuan untuk memahami dan berkomunikasi dengan orang lain dilihat dari perbedaan, temperamen, motivasi, dan kemampuan.
7. Intelegensi Intrapersonal
Adalah kemampuan seseorang untuk memahami diri sendiri dari keinginan, tujuan dan system emosional yang muncul secara nyata pada pekerjaannya.
8. Intelegensi Naturalis.
Adalah kemampuan untuk mengenal flora dan fauna melakukan pemilahan-pemilahan utuh dalam dunia kealaman dan menggunakan kemampuan ini secara produktif misalnya untuk berburu, bertani, atau melakukan penelitian biologi.
9. Intelagensi Emosional.
Adalah yang dapat membuat orang bisa mengingat, memperhatikan, belajar dan membuat keputusan yang jernih tanpa keterlibatan emosi. Jadi intelegensi emosional disini berkaitan dengan sikap motivasi, kegigihan, dan harga diri yang akan mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan siswa.
10. Intelegensi Spiritual.
Adalah kemampuan yang berhubungan dengan pengakuan adanya Tuhan sebagai pencipta alam semesta beserta isinya.
Kemampuan-kemampuan yang termasuk dalam sepuluh aspek kecerdasan majemuk ( multiple intelegensi ) yang dimiliki masing-masing orang tersebut diatas merupakan potensi intelektual seseorang untuk dapat mengikuti proses pembelajaran.
Pembelajaran adalah suatu proses pengembangan kognitif, psikomor, dan afektif ketika seseorang berada pada lingkungan. Menurut Depdiknas ( 2004 ) pembelajaran adalah pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap baru pada saat seseorang berintegrasi dengan informasi dan lingkungan. Pembelajaran dapat terjadi pada berbagai disiplin ilmu, salah satunya adalah Pembelajaran IPA.
Pembelajaran IPA ( Ilmu Pengetahuan Alam ) pada hakikatnya adalah pembelajaran yang berorientasi pada keadaan alam semesta beserta isinya, yang meliputi benda hidup ( mahluk hidup ) dan benda mati. Pembelajaran IPA dapat diartikan sebagai proses pengembangan aspek kognitif, psikomotor, dan afektif dalam mempelajari alam semesta beserta isinya.
B. Pengembangan Multi Intelegensi dalam Pembelajaran IPA SMP.
1. Proses Pembelajaran yang Mengembangkan Intelegensi Verbal Linguistik.
Proses pembelajaran yang mengembangkan intelegensi verbal linguistic dapat merangsang perkembangan multi intelegensi dalam setiap mata pelajaran termasuk Ilmu Pengetahuan Alam.
Beberapa cara yang dapat dilakukan dalam pembelajaran untuk mengembangkan intelegensi verbal linguistic dalam dalam pembelajaran IPA adalah mendengarkan materi yang akan dibahas dari kaset maupun dari informasi yang langsung disampaikan oleh guru, diskusi kelas, membuat hasil laporan laporan pengamatan, melakukan kegiatan wawancara, mencari bahan untuk melengkapi tugas, menulis karya ilmiah dan sebagainya.
2. Pembelajaran yang Mengembangkan Intelegensi Logika Matematika.
Dalam Ilmu Pengetahuan Alam hal yang patut diperhatikan dalam mengajar adalah penerapan konsep dasar IPA secara tepat dalam membuat keputusansetiap hari dan membantu siswa mengenal hubungan antara Ilmu Pengetauan Alam dengan teknologi dalam kehidupan masyarakat.
Penerapan Intelegensi Logika Matematika dalam pembelajaran IPA dapat melalui beberapa cara, yaitu:
1) Metoda Ilmiah
Metoda ilmiah adalah suatu cara untuk menemukan produk ilmiah dengan langkah-langkah yang logis dan matematis. Proses umum metode ilmiah secara empiris adalah:
a. Menemukan masalah.
b. Menyusun hipotesa atau dugaan sementara.
c. Menguji hipotesis dengan melakukan percobaan.
d. Menarik kesimpulan
e. Menguji kesimpulan.
2) Berfikir secara Ilmiah berdasarkan Kurikulum.
3) Logika Deduktif.
Logika deduktif adalah cara berfikir dengan menguraikan konsep yang umum ke konsep yang khusus.
Contohnya :
a. Silogisme adalah argument yang tersusun dari dasar pemikiran dan kesimpulan.
b. Diagram Venn, menggunakan lingkaran yang saling melengkapi untuk membandingkan sekumpulan informasi.
4) Logika Induktif
Logika induktif adalah cara berfikir seseorang dengan mempertimbangkan kenyataan fakta khusus kepada kasimpulan umum dengan menggunakan analogi.
5) Meningkatkan belajar dan berfikir.
Meningkatkan berfikir siswa, guru dalam pembelajaran menggunakan media pembelajaran.
6) Proses berfikir secara matematika.
Matematika mata pelajaran yang khusus berfikir abstrak dan sulit, sehingga anak tidak tertarik. Untuk itu guru dapat menyusun pembelajaran dengan pola gambar, grafik, dan pembuatan kode untuk menimbulkan keingintahuan.
7) Bekerja dengan angka-angka.
Siswa yang menyukai ketelitian akan menemukan kesenangan bekerja dengan angka-angka seperti pengukuran, peluang, masalah-masalah dalam bentuk cerita.
8) Teknologi yang meningkatkan intelegensi logi-matematika.
Siswa dapat belajar dengan efektif dengan menggunakan software yang menarik.
3. Proses Pembelajaran yang Mengembangkan Intelegensi Musik.
Musik memilki kaitan yang erat dengan emosional seseorang, yaitu:
a. Memberikan suasana yang ramah ketika siswa memasuki ruangannya.
b. Menawarkan efek yang meredakan setelah melakukan aktivitas fisik.
c. Melancarkan peralihan antar kelas.
d. Membangkitkan kembali energy yang mulai sedikit.
e. Mengurangi strees.
f. Menciptakan suasana positif di sekolah.
Cara yang dapat dilakukan untuk mengembagkan intelegensi music di sekolah adalah:
a. Memasang music latar yang lembut dan universal di sekolah.
b. Melalui pembelajaran masing-masing bidang studi yang ada di sekolah.
Misalnya: menciptakan lagu-lagu yang bertemakan materi yang sedang diajarkan.
4. Proses Pembelajaran yang Mengembangkan Intelegensi Kinestetik.
Ada bermacam-macam aktivitas tectile-kinestetik yang bertujuan untuk mempertinggi pembelajaran siswa di segala usia, yaitu:
a. Lingkungan fisik : daerah ruang kelas, dalam merencanakan ruang kelas, para pengajar membuat ruangan yang bisa membuat perasaan siswa menjadi senang.
b. Drama : teater, permainan peran, drama kreatif, simulasi ( keadaan yang meniru ) keadaan sebenarnya.
c. Gerak kreatif : memahami pengetahuan jasmaniah, memperkenalkan aktifitas gerak kreatif,menerapkan gerak kreatif keahlian dasar, menciptakan isi yang lebih terarah dari aktivitas gerakan.
d. Tari : bagian-bagian tari, rangkaian pembelajaran melalui tari.
e. Memainkan alat-alat : kartu-kartu tugas,teka-teki kartu tugas, menggambar alat-alat tambahan, membuat tanda-tanda bagi ruang kelas.
f. Permainan ruangan kelas : Binatang buruan ( binatang pemakan bangkai) permainan-permainan lantai besar, permainan-permainan merespon gerak fisik secara meanyeluruh, permainan mengulang hal yang umum.
g. Pendidikan fisik : karakteristik dari seorang pengajar ( tentang ) fisik , pendidikan petualang, jaringan laba-laba, piramida sepuluh orang, petualangan-petuangan sepuluh orang.
h. Kesempatan-kesempatan latihan.
i. Perjalanan ke alam bebas.
5. Proses Belajar yang Mengembangkan Intelegensi Visual Spasial.
Proses belajar ini merupakan suatu proses yang mengembangkan kemampuan persepsi. Imajinasi dan estesti dalam buku Mc.Kim Experience in Visual thinking.
Mengidentifikasi 3 komponen yang luas dari gambaran visual :
a. Gambaran eksternal yang kita rasakan.
b. Gambaran internal yang kita impikan / kita bayangkan.
c. Gambaran yang kita ciptakan melalui gambar yang tak beraturan.
6. Proses belajar yang mengembangkan Intelegensi Interpersonal.
a. Membangun lingkungan interpersonal yang positif.
Kriteria group yang efektif :
1) Lingkungan kelas hangat dan terbuka.
2) Guru dan siswa bersama-sama membuat tata tertib dan sanksi berdasarkan kemanusiaan.
3) Proses pembelajaran saling ketergantungan yaitu melakukan peran aktif dan kontribusi darai semua siswa.
4) Belajar bertujuan untuk belajar dari kurikulum, dari teman dan dari pengalaman.
5) Tugas dan tanggung jawab dibagi rata, sehingga setiap anggota kelas merasa penting dalam kelas.
b. Pembelajaran kolaboratif.
c. Penanganan konflik.
d. Belajar melalui tugas sosial / jasa.
e. Menghargai perbedaan.
f. Membangun persfektif yang beragam.
g. Pemecahan masalah global dan local dalam pendidikan multicultural.
h. Tekhnologi yang meningkatkan intelegensi interpersonal.
7. Proses Belajar yang Mengembangkan Intelegensi Intrapersonal.
a. Membangun suatu lingkungan untuk mengembangkan pengetahuan diri.
b. Penopang penghargaan diri.
c. Penyusunan dan pencapaian tujuan.
d. Keterampilan berfikir.
e. Pendidikan keterampilan emosional dalam kelas.
f. Penulisan jurnal.
g. Mengetahui diri sendiri melalui orang lain.
h. Merefleksikan ketakjupan dan tujuan hidup.
i. Belajar mengarahkan diri sendiri.
j. Teknologi yang mempertinggi intelegensi interpersonal.
8. Proses Pembelajaran yang Mengembangkan Intelegensi Naturalisme.
Proses pembelajaran ini merupakan suatu proses yang mengembangkan kemampuan naturalism pada siswa yaitu :
a. Menata lingkungan sekolah yang hijau dan asri.
b. Dalam mempelajari materi yang berhubungan dengan klasifikasi tumbuhan, ekosistem, pencemaran lingkungan siswa diajak langsung kea lam.
c. Sekolah menyediakan alat bantu pelajaran seperti torso dan charta tentang organ-organ tubuh manusia.
d. Menerapkan pelajaran pertanian atau perikanan yang disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing.
e. Sekolah mengembangkan proses pembelajaran yang dapat membangkitkan kepedulian siswa terhadap lingkungan.
9. Proses Pembelajaran yang Mengembangkan Intelegensi Emosional.
Pembelajaran emosional dapat meningkatkan sistem pembelajaran kognitif, dimana dengan cara ini otak emosional terlibat dalam pembelajaranpenalaran sama kuatnya dengan otak berfikir. Prinsip ini harus diterapkan oleh guru dalam mengajar, menurut Goleman, 1995 ( dalam Barbara K.Given, 2002). Hal-hal yang dapat diterapkan oleh guru dalam mengembangkan intelegensi emosional adalah sebagai berikut:
a. Sebaiknya guru dalam mengawali pelajaran dengan sikap lemah lembut, dengan cara bertahap meningkatkan antusiame.
b. Menciptakan suasana kelas seperti yang diinginkan siswa.
c. Guru bias menggerakkan siswa perlahan-lahan menuju keadaan sosial emosional yang berbeda.
d. Dalam mengajar hendaknya guru mengembangkan rasa humor yang bias menurunkan ketegangan yang mungkin timbul akibat ketidak selarasan antara guru dan siswa.
10. Proses Pembelajaran yang Mengembangkan Intelegensi Spiritual.
Dalam proses pembelajaran sebaiknya memperluas cakupan dari ayat- ayat Alquran serta makna-makna yang terkandung di dalamnya sehingga mengakar di dalam jiwa dan pikiran siswa dengan cara menarik hikmah dari materi pembelajaran yang disampaikan kepada siswa.
Implikasi materi pembelajaran IPA dalam mengembangkan intelegensi spiritual sangat banyak sekali, sebagai contoh tentang tata surya. Dalam materi ini siswa dituntut untuk menguasai matahari sebagai bintang, matahari sebagai pusat tatasurya, rotasi dan revolusi bumi, pergerakan 9 macam planet dan sebagainya. Di akhir pembelajaran guru mengajak siswa untuk mengamati keteraturan gerak anggota tata surya dan menghubungkannya dengan surat yasin ayat 37 sampai ayat 40 yang artinya :
“ Dan sebagai tanda kebesaran Allah bagi mereka adalah malam, Kami tanggalkansiang dari malam itu, maka seketika itu mereka berada dalam kegelapan. Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Allah yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bulan, sehingga ( setelah ia sampai ke tempat peredaran terakhir ) kembali seperti bentuk tanndan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya ”.
LPJ KPU 2009
LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN
PEMILIHAN UMUM PRESIDEN BEM REMA
UPI KAMPUS CIBIRU 2009
KOMISI PEMILIHAN UMUM
UPI KAMPUS CIBIRU
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
KAMPUS CIBIRU
BANDUNG
2009
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, kepada-Nya kita memuji, memohon pertolongan serta memohon ampunan. Shalawat serta salam sebanyak tetesan air hujan dan butir-butir pasir semoga selalu tercurah kepada utusan Allah pembawa rahmat bagi semesta alam, Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, serta para pengikutnya hingga akhir zaman.
Dengan penuh rasa tanggung jawab dan berharap mudah-mudahan laporan pertanggungjawaban ini dapat memberikan gambaran kondisi objektif dalam pelaksanaan kegiatan “PEMILIHAN UMUM PRESIDEN BEM REMA UPI KAMPUS CIBIRU 2009” yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum UPI Kampus Cibiru.
Laporan pertanggungjawaban ini dibuat sebagai bahan kajian kritis mengenai kegiatan yang telah kami laksanakan demi terwujudnya kegiatan kemahasiswaan yang berkualitas dan transparansi kegiatan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada semua pihak.
Dalam pelaksanaan kegiatan, partisipasi semua pihak baik panitia maupun peserta sangatlah penting keberadaannya. Oleh sebab itu, ucapan syukron jazakkumullah khoiron katsiron kami haturkan pada semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang telah memberikan bantuan baik moril maupun materil yang bermanfaat bagi terlaksananya kegiatan ini.
Atas segala kekhilafan dan kekurangan kami dalam menyelenggarakan kegiatan ini serta laporan yang kami buat pada kesempatan ini, kami memohon kerendahan dan ketulusan hati semua pihak agar dapat memberikan maaf kepada kami, mudah-mudahan segala kekurangan daapat dijadikan sebagai evaluasi perbaikan kami untuk kedepan, kami yakin dengan keikhlasan dan keridhoan hati kegiatan ini dapat menjadi ladang amal ibadah serta menambah wawasan kita semua. Insya Allah.
Bandung, Desember 2009
I. PENDAHULUAN
Diawali dengan maksud yang baik dengan bersyukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat-Nya serta memberikan kemudahan dan ketabahan hingga kami dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugas sebagai panitia Pemilihan Umum Presiden BEM REMA UPI Kampus Cibiru 2009, shalawat dan salam semoga tetap terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Ketika kami diamanahkan menjadi panitia penyelenggara kegiatan Pemilihan Umum Presiden BEM REMA UPI Kampus Cibiru 2009, beberapa tugas menjadi tanggungan kami dan kini saatnya saya selaku ketua pelaksana berkewajiban untuk menyampaikan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan. Dengan hati yang tulus kami haturkan laporan pertanggungjawaban ini. Semoga dapat menjadi gambaran yang logis jelas dan objektif dari semua kegiatan yang kami laksanakan dari awal sampai akhir.
Kami sadar optimalisasi kemampuan kami dalam kegiatan ini masih banyak kekurangannya, maka dari itu pada kesempatan ini kami segenap panitia kegiatan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas segala kekurangan, kesalahan dan kekhilafan yang kami sadari maupun yang tidak kami sadari.
II. NAMA DAN TEMA KEGIATAN
Nama Kegiatan : “PEMILIHAN UMUM PRESIDEN BEM REMA UPI
KAMPUS CIBIRU 2009”
Tema Kegiatan : “Aktualisasikan kepemimpinan yang kredibilitas, edukatif,
dan berdedikatif tinggi.”
III. TUJUAN DAN TARGET KEGIATAN
A. Tujuan
Tujuan kegiatan ini adalah:
1. Menumbuhkan kesadaran berpolitik mahasiswa UPI Kampus Cibiru
2. Meningkatkan partisipasi politik mahasiswa dalam Kegiatan Pemilihan Umum Presiden BEM UPI Kampus Cibiru 2009.
3. Menciptakan suasana demokrasi di kalangan mahasiswa UPI Kampus Cibiru.
4. Mensosialisasikan sistem dan tata cara pemilihan umum di kalangan mahasiswa UPI Kampus Cibiru.
5. Menyelenggarakan Pemilihan Umum Presiden BEM UPI Kampus Cibiru 2009.
B. Target
Target kegiatan ini adalah seluruh mahasiswa UPI Kampus Cibiru yang masih aktif kuliah.
IV. WAKTU DAN TEMPAT
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 22-26 November 2009 dan bertempat di lingkungan UPI Kampus Cibiru.
V. PESERTA KEGIATAN
Peserta kegiatan ini adalah seluruh mahasiswa UPI Kampus Cibiru yang masih aktif kuliah.
VI. GAMBARAN KEGIATAN
A. Pengorganisasian
Dalam pengorganisasian kurang begitu optimal karena waktu berbenturan dengan waktu libur kuliah sehingga dalam rapat koordinasi panitia banyak yang tidak menghadirinya dan ada beberapa panitia yang kurang optimal dalam melaksanakan tugasnya.
B. Pelaksanaan
Dalam pelaksanaannya sendiri, kegiatan yang kami laksanakan banyak sekali kendala, seperti kurang maksimalnya kerja panitia, kurangnya koordinasi antar panitia, dan waktu pelaksanaan yang bentrok dengan jam kuliah. Walaupun demikian, kami tetap berusaha semaksimal mungkin untuk mensukseskan kegiatan ini. Alhamdulillah, berkat rahmat Allah Swt dan kerja keras seluruh panitia yang tidak kenal lelah dan pantang menyerah, kegiatan ini akhirnya dapat terlaksana dengan baik dan lancar.
VII. HAMBATAN-HAMBATAN DAN EVALUASI
A. Hambatan-hambatan
Beberapa hambatan yang kami hadapi selama persiapan dan pelaksanaan kegiatan antara lain:
• Kurangnya koordinasi antara panitia dari setiap divisi;
• Kurang maksimalnya kerja panitia;
• Waktu pelaksanaan yang bentrok dengan jam kuliah;
• Ada beberapa panitia yang mengundurkan diri.
B. Evaluasi
Adapun evaluasi yang dilakukan untuk ke depannya antara lain :
• Berusaha mengoptimalkan waktu yang ada untuk mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan sebaik mungkin;
• Lebih meningkatkan koordinasi sesama panitia;
• Memberi gambaran tugas yang harus dilaksanakan oleh setiap panitia;
• Lebih memaksimalkan kerja panitia.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
• Lembar Pengesahan
• Susunan Kepanitiaan
• Jadwal Kegiatan
• Realisasi Anggaran Biaya
• Bukti Transaksi Pengeluaran
• Administrasi dan Surat Menyurat
• Contoh name tag panitia
• Contoh sertifikat panitia
• Hasil dokumentasi
• Proposal
\
LEMBAR PENGESAHAN
Bandung, Desember 2009
Ketua KPU Sekretaris KPU
Rifansyah Kalimayatullah Ibnu Kohar
NIM. 0801731 NIM. 0802034
Mengetahui,
Presiden BEM REMA
UPI Kampus Cibiru
Arip Rahman Hakim
NIM. 0701678
Menyetujui,
Ketua DPM REMA
UPI Kampus Cibiru
Dudu Suhandi Saputra
NIM.
SUSUNAN KEPANITIAAN
Penasehat : Dr. H. Juntika Nurihsan, M.Pd
(Direktur UPI Kampus Cibiru)
Pembina : Drs Umar, M.Pd.
(Pembina Kemahasiswaan UPI Kampus Cibiru)
Penanggung jawab : Budi Febriyanto
(Ketua DPM UPI Kampus Cibiru 2009)
Komisi Pemilihan Umum (KPU)
Ketua : Rifansyah Kalimayatullah
Sekretaris : Ibnu Kohar
Bendahara : Gerina Lestari Miliana
Panitia Teknis Pemilihan Umum (PTPU)
Ketua : Fery Muhamad Firdaus
Sekretaris : Bambang Andriana R.
Bendahara : Windi Warsita
Divisi - Divisi :
Divisi KPPS : Sigit Vebrianto Susilo
Ima Nurwahidah
Adi Singgih Nugraha
Divisi Logistik : Hasan Suryadi
Kurotul ‘Aeni
Divisi HPD : Dhicky Felliady
Indra Pramono
Euis Siti Marfuah
Divisi Kesekretariatan : Fiyan Hardiansyah
Frisma Wijaya
Yona Wahyuningsih
Divisi Konsumsi : Indah Nurma
Isnaeni Fajrin
Wiwi Sa’adah
Divisi Keamanan : Virdi Teddy S.
Yusuf Tri Herlambang
PEMILIHAN UMUM PRESIDEN BEM REMA
UPI KAMPUS CIBIRU 2009
KOMISI PEMILIHAN UMUM
UPI KAMPUS CIBIRU
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
KAMPUS CIBIRU
BANDUNG
2009
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, kepada-Nya kita memuji, memohon pertolongan serta memohon ampunan. Shalawat serta salam sebanyak tetesan air hujan dan butir-butir pasir semoga selalu tercurah kepada utusan Allah pembawa rahmat bagi semesta alam, Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, serta para pengikutnya hingga akhir zaman.
Dengan penuh rasa tanggung jawab dan berharap mudah-mudahan laporan pertanggungjawaban ini dapat memberikan gambaran kondisi objektif dalam pelaksanaan kegiatan “PEMILIHAN UMUM PRESIDEN BEM REMA UPI KAMPUS CIBIRU 2009” yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum UPI Kampus Cibiru.
Laporan pertanggungjawaban ini dibuat sebagai bahan kajian kritis mengenai kegiatan yang telah kami laksanakan demi terwujudnya kegiatan kemahasiswaan yang berkualitas dan transparansi kegiatan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada semua pihak.
Dalam pelaksanaan kegiatan, partisipasi semua pihak baik panitia maupun peserta sangatlah penting keberadaannya. Oleh sebab itu, ucapan syukron jazakkumullah khoiron katsiron kami haturkan pada semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang telah memberikan bantuan baik moril maupun materil yang bermanfaat bagi terlaksananya kegiatan ini.
Atas segala kekhilafan dan kekurangan kami dalam menyelenggarakan kegiatan ini serta laporan yang kami buat pada kesempatan ini, kami memohon kerendahan dan ketulusan hati semua pihak agar dapat memberikan maaf kepada kami, mudah-mudahan segala kekurangan daapat dijadikan sebagai evaluasi perbaikan kami untuk kedepan, kami yakin dengan keikhlasan dan keridhoan hati kegiatan ini dapat menjadi ladang amal ibadah serta menambah wawasan kita semua. Insya Allah.
Bandung, Desember 2009
I. PENDAHULUAN
Diawali dengan maksud yang baik dengan bersyukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat-Nya serta memberikan kemudahan dan ketabahan hingga kami dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugas sebagai panitia Pemilihan Umum Presiden BEM REMA UPI Kampus Cibiru 2009, shalawat dan salam semoga tetap terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Ketika kami diamanahkan menjadi panitia penyelenggara kegiatan Pemilihan Umum Presiden BEM REMA UPI Kampus Cibiru 2009, beberapa tugas menjadi tanggungan kami dan kini saatnya saya selaku ketua pelaksana berkewajiban untuk menyampaikan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan. Dengan hati yang tulus kami haturkan laporan pertanggungjawaban ini. Semoga dapat menjadi gambaran yang logis jelas dan objektif dari semua kegiatan yang kami laksanakan dari awal sampai akhir.
Kami sadar optimalisasi kemampuan kami dalam kegiatan ini masih banyak kekurangannya, maka dari itu pada kesempatan ini kami segenap panitia kegiatan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas segala kekurangan, kesalahan dan kekhilafan yang kami sadari maupun yang tidak kami sadari.
II. NAMA DAN TEMA KEGIATAN
Nama Kegiatan : “PEMILIHAN UMUM PRESIDEN BEM REMA UPI
KAMPUS CIBIRU 2009”
Tema Kegiatan : “Aktualisasikan kepemimpinan yang kredibilitas, edukatif,
dan berdedikatif tinggi.”
III. TUJUAN DAN TARGET KEGIATAN
A. Tujuan
Tujuan kegiatan ini adalah:
1. Menumbuhkan kesadaran berpolitik mahasiswa UPI Kampus Cibiru
2. Meningkatkan partisipasi politik mahasiswa dalam Kegiatan Pemilihan Umum Presiden BEM UPI Kampus Cibiru 2009.
3. Menciptakan suasana demokrasi di kalangan mahasiswa UPI Kampus Cibiru.
4. Mensosialisasikan sistem dan tata cara pemilihan umum di kalangan mahasiswa UPI Kampus Cibiru.
5. Menyelenggarakan Pemilihan Umum Presiden BEM UPI Kampus Cibiru 2009.
B. Target
Target kegiatan ini adalah seluruh mahasiswa UPI Kampus Cibiru yang masih aktif kuliah.
IV. WAKTU DAN TEMPAT
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 22-26 November 2009 dan bertempat di lingkungan UPI Kampus Cibiru.
V. PESERTA KEGIATAN
Peserta kegiatan ini adalah seluruh mahasiswa UPI Kampus Cibiru yang masih aktif kuliah.
VI. GAMBARAN KEGIATAN
A. Pengorganisasian
Dalam pengorganisasian kurang begitu optimal karena waktu berbenturan dengan waktu libur kuliah sehingga dalam rapat koordinasi panitia banyak yang tidak menghadirinya dan ada beberapa panitia yang kurang optimal dalam melaksanakan tugasnya.
B. Pelaksanaan
Dalam pelaksanaannya sendiri, kegiatan yang kami laksanakan banyak sekali kendala, seperti kurang maksimalnya kerja panitia, kurangnya koordinasi antar panitia, dan waktu pelaksanaan yang bentrok dengan jam kuliah. Walaupun demikian, kami tetap berusaha semaksimal mungkin untuk mensukseskan kegiatan ini. Alhamdulillah, berkat rahmat Allah Swt dan kerja keras seluruh panitia yang tidak kenal lelah dan pantang menyerah, kegiatan ini akhirnya dapat terlaksana dengan baik dan lancar.
VII. HAMBATAN-HAMBATAN DAN EVALUASI
A. Hambatan-hambatan
Beberapa hambatan yang kami hadapi selama persiapan dan pelaksanaan kegiatan antara lain:
• Kurangnya koordinasi antara panitia dari setiap divisi;
• Kurang maksimalnya kerja panitia;
• Waktu pelaksanaan yang bentrok dengan jam kuliah;
• Ada beberapa panitia yang mengundurkan diri.
B. Evaluasi
Adapun evaluasi yang dilakukan untuk ke depannya antara lain :
• Berusaha mengoptimalkan waktu yang ada untuk mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan sebaik mungkin;
• Lebih meningkatkan koordinasi sesama panitia;
• Memberi gambaran tugas yang harus dilaksanakan oleh setiap panitia;
• Lebih memaksimalkan kerja panitia.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
• Lembar Pengesahan
• Susunan Kepanitiaan
• Jadwal Kegiatan
• Realisasi Anggaran Biaya
• Bukti Transaksi Pengeluaran
• Administrasi dan Surat Menyurat
• Contoh name tag panitia
• Contoh sertifikat panitia
• Hasil dokumentasi
• Proposal
\
LEMBAR PENGESAHAN
Bandung, Desember 2009
Ketua KPU Sekretaris KPU
Rifansyah Kalimayatullah Ibnu Kohar
NIM. 0801731 NIM. 0802034
Mengetahui,
Presiden BEM REMA
UPI Kampus Cibiru
Arip Rahman Hakim
NIM. 0701678
Menyetujui,
Ketua DPM REMA
UPI Kampus Cibiru
Dudu Suhandi Saputra
NIM.
SUSUNAN KEPANITIAAN
Penasehat : Dr. H. Juntika Nurihsan, M.Pd
(Direktur UPI Kampus Cibiru)
Pembina : Drs Umar, M.Pd.
(Pembina Kemahasiswaan UPI Kampus Cibiru)
Penanggung jawab : Budi Febriyanto
(Ketua DPM UPI Kampus Cibiru 2009)
Komisi Pemilihan Umum (KPU)
Ketua : Rifansyah Kalimayatullah
Sekretaris : Ibnu Kohar
Bendahara : Gerina Lestari Miliana
Panitia Teknis Pemilihan Umum (PTPU)
Ketua : Fery Muhamad Firdaus
Sekretaris : Bambang Andriana R.
Bendahara : Windi Warsita
Divisi - Divisi :
Divisi KPPS : Sigit Vebrianto Susilo
Ima Nurwahidah
Adi Singgih Nugraha
Divisi Logistik : Hasan Suryadi
Kurotul ‘Aeni
Divisi HPD : Dhicky Felliady
Indra Pramono
Euis Siti Marfuah
Divisi Kesekretariatan : Fiyan Hardiansyah
Frisma Wijaya
Yona Wahyuningsih
Divisi Konsumsi : Indah Nurma
Isnaeni Fajrin
Wiwi Sa’adah
Divisi Keamanan : Virdi Teddy S.
Yusuf Tri Herlambang
Kisah Pohon Apel
Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya.
Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.
Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.
"Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu.
"Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi." jawab anak lelaki itu.
"Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."
Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu."
Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.
Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.
"Ayo bermain-main denganku lagi." kata pohon apel.
"Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu.
"Aku harus bekerja untuk keluargaku.
Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?"
"Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu." kata pohon apel.
Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.
Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.
"Ayo bermain-main lagi denganku." kata pohon apel.
"Aku sedih," kata anak lelaki itu. "Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"
"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah. Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.
Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.
"Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu."
"Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu." Jawab anak lelaki itu.
"Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat." Kata pohon apel.
"Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu." jawab anak lelaki itu.
"Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini." Kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.
"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang." kata anak lelaki. "Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu."
"Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."
Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.
Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita.
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.
Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang
ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.
Dan, yang terpenting:
cintailah orang tua kita. Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.
Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.
Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.
"Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu.
"Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi." jawab anak lelaki itu.
"Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."
Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu."
Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.
Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.
"Ayo bermain-main denganku lagi." kata pohon apel.
"Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu.
"Aku harus bekerja untuk keluargaku.
Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?"
"Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu." kata pohon apel.
Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.
Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.
"Ayo bermain-main lagi denganku." kata pohon apel.
"Aku sedih," kata anak lelaki itu. "Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"
"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah. Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.
Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.
"Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu."
"Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu." Jawab anak lelaki itu.
"Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat." Kata pohon apel.
"Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu." jawab anak lelaki itu.
"Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini." Kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.
"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang." kata anak lelaki. "Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu."
"Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."
Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.
Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita.
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.
Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang
ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.
Dan, yang terpenting:
cintailah orang tua kita. Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.
Makalah Inovasi Pendidikan Semester 3
MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN MELALUI WAWASAN KEBUDAYAAN
MAKALAH
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Inovasi Pendidikan
Oleh :
Ibnu Kohar
(0802034)
Kelas 2A
PROGRAM PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
KAMPUS CIBIRU
BANDUNG
2009
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah swt., karena berkat rahmat dan hidayah – Nya penulis dapat menyelesaikan makalah tentang Meningkatkan Mutu Pendidikan Melalui Wawasan Kebudayaan.
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Inovasi Pendidikan.
Dilihat dari realitas yang ada tentang kurangnya pengetahuan, pemahaman serta kesadaran guru terhadap kebudayan yang merupakan salah satu faktor penunjang keberhasilan suatu pendidikan. Maka makalah ini dirancang untuk menambah pengetahuan, pemahaman guru dalam tugasnya sebagai tenaga profesional bahwa kebudayaan adalah salah satu hal penting dan fasilitas yang dapat dipergunakan oleh guru sebagai penunjang keberhasilan suatu pendidikan agar peserta didik mengetahui kebudayaan khususnya yang ada di Indonesia dan umumnya di negara lain serta peseta didik dapat mengaplikasikannya pada kehidupan sehari – hari.
Dalam membuat makalah ini, banyak pihak yang telah memberikan bantuan, bimbingan dan dorongan. Oleh karena itu, dengan segenap kerendahan hati, pada kesmpatan ini penulis menyampaikan ucapan terimaksih kapada pihak – pihak yang telah membantu.
Penulis menyadari bahwa makalah yang disusun ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun, penulis harapkan. Namun penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis, umumnya bagi pembaca.
Bandung, 15 Desember 2009
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .i
DAFTAR ISI .ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 2
C. Tujuan Penulisan 2
D. Manfaat Makalah 2
E. Prosedur Penulisan 3
BAB II PEMBAHASAN
A. Hakekat Kebudayaan Dalam Pendidikan 4
B. Ciri Adanya Kebudayaan Dalam Pendidikan 5
C. Dampak Adanya Suatu Kebudayaan Dalam Pendidikan....................6
D. Cara Menerapkan Kebudayaan Dalam Pendidikan.............................9
BAB III PENUTUP
1. Kesimpulan 12
2. Saran 12
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................13
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berkembangnya suatu bangsa dapat di tunjang melalui pendidikan. Karena pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting dan berlangsung sepanjang hayat. Tanpa adanya pendidikan manusia tidak akan mempunyai nilai moral dan norma dengan baik. Pendidikan sendiri tidak pernah lepas dengan kebudayaan, karena manusia sendirilah yang menciptkan suatu kebudayaan, dan kebudayaan itu dapat berfungsi sebagai penggerak adanya suatu mutu pendidikan ke arah yang lebiih baik, hanya saja bagaimana kita sebagai calon guru dapat memilah – milih kebudayaan itu dengan baik. Pada Era yang yang semakin berkembang saat ini banyak masalah atau pengaruh yang bisa terjadi disebabkan budaya yang tidak mendukung. Ketika pengaruh budaya buruk mempengaruhi kepribadiaan seseorang maka dengan sendirinya berbagai masalah yang tidak di inginkan akan terjadi secara terus-menerus dan peningkatan mutu pendidikan tidak akan sesuai dengan apa yang kita harapkan.
Nah yang menjadi tantangan untuk kita, apa yang harus kita lakukan agar permasalahan yang sering timbul pada pesera didik akibat pengaruh budaya yang buruk dapat disingkirkan secara perlahan. Menyingkirkan budaya buruk yang dimaksudkan disi adalah bagaimana cara kita tidak menerapkan budaya-budaya lama yagn telah nyata tidak sesuai dengan norma-norma maupun adat istiadat sehingga fungsi kebudayaan pendidikan dapat berjalan dengan baik.
Menjadi tantangan untuk kita apakah kita berani mengambil resiko dengan cara tidak mengikuti dan menerapkan berbagai budaya buruk yang kita lihat dapat mempengaruhi kebudayaan kita. Dan memberitahukan kepada peserta didik kita bahwa budaya yang buruk harus dibuang dan dilenyapkan.
B. Rumusan Masalah
Sejalan dengan latar belakang masalah, rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Apakah hakekat kebudayan dalam pendidikan?
2. Bagaimana ciri adanya kebudayaan dalam pendidikan?
3. Apakah dampak adanya suatu kebudayaan dalam pendidikan?
4. Bagaimana cara menerapkan kebudayaan dalam pendidikan?
C. Tujuan
Sesuai dengan rumusan masalah, penyusunan makalah ini bertujuan untuk mendeskripsikan :
1. Hakekat kebudayaan dalam pendidikan
2. Ciri adanya kebudayaan dalam pendidikan
3. Dampak adanya suatu kebudayaan dalam pendidikan
4. Cara menerapkan kebudayaan dalam pendidikan
D. Manfaat
Makalah ini disusun untuk menambah khazanah ilmu tentang pentingnya Wawasan Kebudayaan Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Secara praktis makalah ini disusun untuk :
1. Penulis sebagai wahana menambah pengetahuan.
2. Dapat memberikan pengetahuan bagi seluruh mahasiswa S1 – PGSD UPI Kampus Cibiru tentang pentingnya wawasan kebudayaan dalam meningkatkan mutu pendidikan.
3. Para pembaca untuk menambah wawasannya. tentang pentingnya wawasan kebudayaan dalam meningkatkan mutu pendidikan.
E. Prosedur Makalah
Penyusunan makalah ini menerapkan metode deskriptif. Dimana, merupakan penjelasan – penjelasan dari masalah yang diangkat. Dan dipadu dengan menggunakan teknik studi pustaka dengan teknik analisi isi
BAB II
PEMBAHASAN
A. Hakekat Kebudayaan Dalam Pendidikan
Pendidikan sering di kaitkan dengan kebudayaan, karena kebudayaan merupakan salah satu pemicu untuk terbentuknya suatu mutu pendidikan. Jadi hakekat kebudayaan dalam pendidikan merupakan adanya suatu campur tangan kebudayaan bangsa sehingga dalam proses pembelajaran pengetahuan kebudayaan sering digunakan. Menurut Ki Hajar Dewantara (Prof. Dr. H. A. R Tilaar, 2002: 68) mengungkapkan Bahwa ”kebudayaan tidak dapat di pisahkan dari pendidikan, bahkan kebudayaan merupakan alas atau dasar pendidikan, intinya pendidikan itu di alaskan kepada aspek kebudayaan yaitu aspek intelektual, tetapi kebudayaan sebagai keseluruhan.” Kebudayaan dapat diartikan pula sebagai alas adanya suatu pendidikan, karena pendidikan adalah sebagian dari proses pembudayaan”.
Hakekat kebudayaan juga dijelaskan oleh Agus Ruslan (http:/re-serchengines.com/agusruslan30-5.html) menyatakan ”Kebudayaan dan Pendidikan Masyarakat sebagai satu kesatuan individu adalah pembentuk, pelestari sekaligus aset budaya. Sikap, Perilaku, merupakan pemahaman atas keberadaan masing-masing individu pada suatu masyarakat Kebiasan suatu kelompok besar atau msayarakat dan sub kultur kelompok kecil yang lebih memungkinkan dapat saling berkomunikasi satu sama lainnya untuk memfungsikan dirinya sebagai penyedia tranmisi budaya dan memberikan kewenangan kepada masyarakat untuk bertindak secara maksimal.” Jadi kebudayaan dalam pendidikan dapat dikatakan sebagai suatu pelestarian budaya yang di aplikasikan didalam pendidikan.
Definisi lain yang sehubungan dengan hakekat kebudayaan dalam pendidikan dikemukakan oleh Muhaemin El-Ma'hady. S. pd.I (http;//re-serchengines.com/muhaemin6-04.html) menyatakan bahwa ”Pendidikan merupakan proses yang berlangsung dalam suatu budaya tertentu. Banyak nilai-nilai budaya dan orientasinya yang bisa menghambat dan bisa mendorong pendidikan. Bahkan banyak pula nilai-nilai budaya yang dapat dimanfaatkan secara sadar dalam proses pendidikan.” Adanya budaya dalam pendidikan dapat memberikan dampak bagi peserta didik, bisa berdampak negaif atau positif tergantung cara kita memilih mana budaya yang baik yang dapat di gunakan dalam proses pendidikan.
Berdasarkan definisi di atas dapat di simpulkan bahwa hakekat kebudayaan dalam pendidikan bahwa kaitan antara pendidikan dan kebudayaan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan, pendidikan adalah bagian integral dari kebudayaan. Dengan kata lain pendidikan adalah proses pembudayaan manusia. Karena kebudayaan merupakan hasil budi daya manusia. Hasil budi daya itu tidak hanya berupa hasil pembudayaan manusia yang disebut hasil pendidikan.
Pengembangan pendidikan dan kebudayaan hanya dapat berjalan dengan baik jika sekolah dijadikan pusat kebudayaan. Sekolah dapat menjadi pusat kebudayaan jika dapat meningkatkan mutu pendidikan, dapat menciptakan masyarakat belajar, dapat menjadi teladan bagi masyarakat sekitarnya dan dapat membentuk manusia Indonesia seutuhnya.
B. Ciri Adanya Kebudayaan Dalam Pendidikan
Ciri dan pengetahuan tentang kebudayaan dalam pendidikan sangat penting di pahami oleh guru maupun calon seorang guru. Mengapa sangat penting? karena tugas kita adalah bertanggungjawab atas terlaksananya pendidikan yang memiliki mutu dengan baik di mata bangsa maupun dunia. melalui kebudayaan. Sehingga dari kebudayaan yang ada guru dapat menerapkannya dalam proses pembelajaran melihat dari ciri – ciri kebudayaan tersebut dalam pendidikan, salah satunya yang dikemukakan oleh James Banks, 1994 (http;//re-serchengines.com/muhaemin6-04.html) menjelaskan tentang ciri – ciri adanya kebudayaan dalam pendidikan dalam berbagai aspek diantaranya:
- Content integration mengintegrasikan berbagai budaya dan kelompok untuk mengilustrasikan konsep mendasar, generalisasi dan teori dalam mata pelajaran/disiplin ilmu.
-The Knowledge Construction Process
Membawa siswa untuk memahami implikasi budaya ke dalam sebuah mata pelajaran (disiplin)
-An Equity Paedagogy
Menyesuaikan metode pengajaran dengan cara belajar siswa dalam rangka memfasilitasi prestasi akademik siswa yang beragam baik dari segi ras, budaya ataupun sosial.
-Prejudice Reduction
Mengidentifikasi karakteristik ras siswa dan menentukan metode pengajaran mereka
- Melatih kelompok untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga, berinteraksi dengan seluruh staff dan siswa yang berbeda etnis dan ras dalam upaya menciptakan budaya akademik
Dalam aktifitas pendidikan manapun, peserta didik merupakan sasaran (obyek) dan sekaligus sebagai subyek pendidikan. Oleh sebab itu dalam memahami hakikat peserta didik, para pendidik perlu dilengkapi pemahaman tentang ciri-ciri umum peserta didik. Setidaknya secara umum peserta didik memiliki lima ciri yaitu :
1. Peserta didik dalan keadaan sedang berdaya, maksudnya ia dalam keadaan berdaya untuk menggunakan kemampuan, kemauan dan sebagainya.
2. Mempunyai keinginan untuk berkembang ke arah dewasa.
3. Peserta didik mempunyai latar belakang yang berbeda.
4. Peserta didik melakukan penjelajahan terhadap alam sekitarnya dengan
potensi-potensi dasar yang dimiliki secara individu.
C. Dampak Adanya Suatu Kebudayaan Dalam Pendidikan
Dengan adanya suatu kebudayaan dalam pendidikan yang ditujukan demi tercapainya mutu pendidikan akan merubah kepribadian pada setiap peserta didik. Perubahan kepribadian di sini adalah yang pertama adanya perubahan pribadi ke arah yang lebih baik dengan kata lain adanya kelebihan atau manfaat dari adanya suatu sistem kebudayaan di sekolah yang dirasakan oleh peserta didik, kedua adalah perubahan kepribadian kearah yang tidak baik bisa dikatakn sebagai kelemahan dari adanya suatu kebudayaan di sekolah bagi peserta didik. Beberapa contoh dampak yang dapat terjadi dengan adanya kebudayaan dalam dunia pendidikan dikemukakan oleh Muhaemin(http://re-serchengines.com/muhaemin6-04.html yaitu ”menurut penelitian amerika bahwa kebudayaan di Amerika, anak-anak keturunan Afrika-Amerika yang tinggal dengan orang tua lengkap pada tahun 1990 sebanyak 39%, sedangkan tahun 1960 jumlahnya cukup banyak sekitar 67%, artinya bahwa setengah dari jumlah anak-anak mereka yang berusia di bawah delapan belas tahun sudah dibiasakan tinggal sendiri. Dari hasil penelitian yang dilakukan di Amerika dan Inggris bahwa dengan tidak adanya keluarga memberikan dampak atau pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan psikologi anak. Sehingga anak tidak dapat menjalankan tugas mereka sebagi seorang peajar dengan baik. Disamping itu dalam penelitian Amerika juga menyebutkan bahwa media masa (Televisi) merupakan suatu kebudayaan yang sedang berkembang dan baik untuk diterapkan karena Sebagian sarjana sosial berpendapat bahawa televisi sebagai " kurikulum pertama" sehingga mempengaruhi cara belajar anak untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan dan pemahaman. Oleh karenananya kurikulum televisi dirancang untuk memelihara minat pada kurikulum sekolah dengan tujuan lain seperti pengembangan moral dan penguasaan secara abstrak.” Dari adanya media masa tersebut terdapat pro dan kontra yaitu bahwa
Mendukung
1. Televisi akan memperkaya pengetahuan anak dan dapat memahami pelajaran, keuntungannya guru dapat lebih cepat mempersentasikan pelajaran
2. Televisi dapat membangkitkan perhatian anak dan guru dapat lebih memperdalam beberapa bagian kurikulum
3. Televisi membantu guru untuk membuat siswa belajar yang
menyenangkan.
4. Tayangan film atau sandiwara dalam televisi dapat menyentuh emosi seperti sedih dan marah, dan siswa dapat berlatih untuk mencobanya dengan teman sekelas, orang tua atau guru
5. Televisi mrupakan agen sosialisasi paling baik
Menolak
1. Para siswa sering mendapatkan informasi yang dangkal dari televisi dan
tidak dapat dijadikan landasan pengetahuan, bahkan tayang televisi bisa
menipu pikiran siswa.
2. Terkadang Televisi dapat memprovokasi suatu masalah yang mengakibatkan siswa berpikir pasif sehingga guru harus lebih sering mengkonternya untuk menumbuhkan mental habit anak didiknya
3. Siaran televisi membuat pekerjaan guru tambah sulit karena tayangan yang menyenangkan dan palsu membangkitkan harapan belajar yang menyenangkan sedangkan guru bukan burung yang dapat menarik perhatian.
4. Tayang televisi dapat membentuk karakter dan perlilaku siswa bengis dan kasar.
5. Beberapa program TV menjauhkan anak dari nilai-nilai sekolah dan masyarakat khususnya nilai-nilai negataif kelompok sebaya.
Hal tersebut hanya beberapa dampak yang dapat terjadi dari adanya kebudayaan dalam pendidikan. Oleh karena itu dengan adanya suatu kebudayaan salah satu solusi yang dapat digunakan oleh kita sebagai calon seorang guru adalah menerapkan kebudayaan di sekolah (kultur sekolah) yaitu dengan menggunakan sekolah sebagai wadah pendidikan formal anak-anak diatur berdasarkan tata tertib dan peraturan sekolah, mereka belajar disiplin cara berdiri, duduk dan berjalan, mereka juga belaja upacara bendera atau hari-hari besar kenegaraan, belajar bernyanyi, olah raga di samping pelajaran pokok laninnya seperti matematika, ilmu pengetahuan sosial, dan lain sebagaimnya, di sekolah hasil belajar anak dievaluasi dan mereka mendapatkan penghargaan atas prestasi belajar mereka dengan nilai yang didapatnya sampai lulus dan diwisuda sebagai upacara pelepasan. Guru mengarahkan dan membimbing para siswa, dan inilah yang disebut budaya atau kultur sekolah.
D. Cara Menerapkan Kebudayaan Dalam Pendidikan
Di lihat dari segi hakekat, ciri, dampak serta solusi dalam pentingnya berwawasan kebudayaan dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggal bagaimana cara kita sebagai calon seorang guru maupun guru sekalipun dalam menerapkan kebudayaan dalam proses pembelajaran sehingga dapat terwujudnya suatu mutu pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Dalam bukunya Ihat Hatimah, dkk (Pembelajaran berwawasan kebudayaan 2008:3.8) mengemukakan bahwa ”pada misi jangka pendek pendidikan nasional adalah melakukan penuntasan program wajib belajar pendidikan dasar yang bermutu. Masalah yang dihadapi oleh guru – guru adalah kurangnya kesadaran tentang pentingnya wawasan berbudaya, salah satunya wawasan budaya bermasayarkat. Untuk mengatasinya yaitu dengan menumbuhkan keprcayaan diri, dan memberdayakan peserta didik melalui keterampilan baru yang berbasis kebudayaan dan tradisi lokal. Disamping itu , agar tercapainya mutu pendidikan salah hsatu hal yang dapat digunakan adalah tekhnologi. Tekhnologi sebagai hasil budaya manusia dapat digunakan untuk mempermudah dalam menyerap berbagai informasi . Dalam Pemilihan dan penggunaan teknologi baik berupa alat atau sistem untuk pembelajaran , harus yang paling tepat dan sesuai dengan situasi dan kondisi. Dengan penggunaan tekhnologi yang tepat, dapat mempermudah berlangsungnya proses pembelajaran.”
Contoh penerapan agar belajar dapat lebih bermakna bagi peserta didik adalah dengan menghubungkan kebudayaan yang ada pada masyarakat, misalnya potensi lingkungan.
a. Dalam Pelajaran IPA, ketika materinya berhubungan dengan binatng, maka contoh yang diberikan kepada peserta didik adalah binatang yang banyak hidup disekitar lingkungan peserta didik.
b. Dalam Pelajaran IPS, ketika materinya berhubungan dengan ekonomi, maka contoh yang diberikan kepada peserta didik adalah mengenai kehidupan pasar yang biasa didatangi oleh peserta didik.
Thomas Hickema {Tilar :2000. (Pembelajaran Berwawasan Kebudayaan: : 7.6)}berpendapat lain tentang hal yang terkait dalam cara guru dalam menerapkan kebudayaan dalam pendidikan bahwa
1. Pendidik haruslah menjadi seorang model dan sekaigus menjadi mentor dari peserta didik dalam mewujudkan nilai – nilai moral didalam kehidupan di sekolah. Tanpa guru atau pendidik sebagai model, sulit untuk mewujudkan suatu pranata sosial (sekolah) yang dapat mewujudkan nilai – nilai kebudayaan.
2. Masyarakat sekolah haruslah merupakan masyarakat bermoral
Apabila kita berbicara mengenai budaya sekolah (school culture) maka sekolah bukan semata – mata untuk meningkatkan kemampuan intelektual, tetapi juga kejujuran, kebenaran, dan pengabdian kepada manusia.
3. Praktekan disiplin moral
Moral adalah sesuatu yang restricive, artinya bukan sekedar sesuatu yang desktiptif tentang sesuatu yang baik, tetapi sesuatu yang mengarahkan perilaku dan pikiran seseorang untuk berbuat baik. Moral mengimplikasikan disiplin.
4. Budaya bekerja sama (cooperative learning)
Kehidupan sekarang ini bukan hanya menuntut manusia – manusia yang berkembang inteligensi dan kemampuan intelektualnya, tetapi juga berkembang inteligensi emosinalnya supaya sapat bekerjasama dalam meningkatkan mutu pendidikan.
5. Menumbuhkan kesadara karya
Kebudayaan bukanlah suatu himpunan para petapa. Kebudayaan merupakan suatu arena pergaulan antar manusia yang bekerja. Tanpa bekerja tidak mungkin ditumbuhkan suatu masyarakat dan budaya. Oleh sebab itu,tugas guru didalam pranata sosial sekolah adalah menumbuhkan nilai – nilai kekayaan pada peserta didik yitu kerja keras, cinta kepada kualitas, disiplin kerja, kreativitas, dan juga termasuk kepemimpinan.
Dengan adanya penerapan sistem kebudayaan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan yang telah di uraikan di atas akan memudahkan guru dalam melakukan proses belajar mengajar dan mempekaya pengetahuan guru sehingga guru dapat lebih kreatif dengan adanya sistem kebudayaan ini serta kebudayaan itu sendiripun tidak mudah dilupakan oleh peserta didik untuk kedepannya.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan yang lebih baik. Salah satu penunjang adanya agar terciptnya mutu pendiikan yang baik salah satunya adalah dengan menggunakan wawasan kebudayaan. Karena Kebudayaan dapat didefinisikan sebagai cara bertingkah laku, etika, bahasa, kebiasaan, kepercayaan agama dan moral, pengetahuan, sikap dan nilai-nilai yang merupakan hasil karya manusia seperti halnya bermacam-macam benda termasuk di dalamnya alat-alat teknologi. Jadi, dengan adnaya kebudayaan tersbut dapat menunjang kreatifitas guru tersebut ataupun peserta didik itu sendiri.
Kaitan antara pendidikan dan kebudayaan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan, pendidikan adalah bagian integral dari kebudayaan. Dengan kata lain pendidikan adalah proses pembudayaan manusia. Karena kebudayaan merupakan hasil budi daya manusia. Hasil budi daya itu tidak hanya berupa hasil pembudayaan manusia yang disebut hasil pendidikan.Pengembangan pendidikan dan kebudayaan hanya dapat berjalan dengan baik jika sekolah dijadikan pusat kebudayaan. Sekolah dapat menjadi pusat kebudayaan jika dapat meningkatkan mutu pendidikan, dapat menciptakan masyarakat belajar, dapat menjadi teladan bagi masyarakat sekitarnya dan dapat membentuk manusia Indonesia seutuhnya.
B. Saran
Mengingat pentingnya kebudayaan dalam pendidikan, untuk menunjang tujuan pendidikan sesuai dengan yang diharapkan. Maka, kepada guru yang merupakan insan yang sangat berperan penting dalam pendidikan dan merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan, pergunakanlah suatu sistem kebudayaan yang telah ada dengan cara mengaplikasikannya dalam proses belajar sehingga dapat terciptanya peserta didik yang kreatif, berpengetahuan,dan berwawasan yang luas demi terciptanya mutu pendidikan yang diinginkan.
DAFTAR PUSTAKA
Agus Ruslan. (2007). Transformasi Budaya. [Online]. Tersedia : http:/re-serchengines.com/agusruslan30-5.html.[30 Mei 2007]
Anonim. (2005). Hakekat Manusia[Online]. Tersedia: http://pakguruonline.pendidikan.net/buku_tua_pakguru_dasar_kpdd_14.html [20 Juni 2005].
Hatimah, Ihat, dkk. 2008. Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan. Bandung: Universitas Terbuka.
Muhaemin El-Ma'hady. S. pd.I. (2004). Multikulturalisme dan Pendidikan Multikultural. [Online]. Tersedia : http://re-serchengines.com/muhaemin6-04.html.[27 Mei 2004]
Prof. Dr. H.A.R. Tilaar, M. Sc. Ed. 2002. Pendidikan Kebudayaan Dan Masyarakat Madani Indonesia. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
MAKALAH
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Inovasi Pendidikan
Oleh :
Ibnu Kohar
(0802034)
Kelas 2A
PROGRAM PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
KAMPUS CIBIRU
BANDUNG
2009
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah swt., karena berkat rahmat dan hidayah – Nya penulis dapat menyelesaikan makalah tentang Meningkatkan Mutu Pendidikan Melalui Wawasan Kebudayaan.
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Inovasi Pendidikan.
Dilihat dari realitas yang ada tentang kurangnya pengetahuan, pemahaman serta kesadaran guru terhadap kebudayan yang merupakan salah satu faktor penunjang keberhasilan suatu pendidikan. Maka makalah ini dirancang untuk menambah pengetahuan, pemahaman guru dalam tugasnya sebagai tenaga profesional bahwa kebudayaan adalah salah satu hal penting dan fasilitas yang dapat dipergunakan oleh guru sebagai penunjang keberhasilan suatu pendidikan agar peserta didik mengetahui kebudayaan khususnya yang ada di Indonesia dan umumnya di negara lain serta peseta didik dapat mengaplikasikannya pada kehidupan sehari – hari.
Dalam membuat makalah ini, banyak pihak yang telah memberikan bantuan, bimbingan dan dorongan. Oleh karena itu, dengan segenap kerendahan hati, pada kesmpatan ini penulis menyampaikan ucapan terimaksih kapada pihak – pihak yang telah membantu.
Penulis menyadari bahwa makalah yang disusun ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun, penulis harapkan. Namun penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis, umumnya bagi pembaca.
Bandung, 15 Desember 2009
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .i
DAFTAR ISI .ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 2
C. Tujuan Penulisan 2
D. Manfaat Makalah 2
E. Prosedur Penulisan 3
BAB II PEMBAHASAN
A. Hakekat Kebudayaan Dalam Pendidikan 4
B. Ciri Adanya Kebudayaan Dalam Pendidikan 5
C. Dampak Adanya Suatu Kebudayaan Dalam Pendidikan....................6
D. Cara Menerapkan Kebudayaan Dalam Pendidikan.............................9
BAB III PENUTUP
1. Kesimpulan 12
2. Saran 12
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................13
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berkembangnya suatu bangsa dapat di tunjang melalui pendidikan. Karena pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting dan berlangsung sepanjang hayat. Tanpa adanya pendidikan manusia tidak akan mempunyai nilai moral dan norma dengan baik. Pendidikan sendiri tidak pernah lepas dengan kebudayaan, karena manusia sendirilah yang menciptkan suatu kebudayaan, dan kebudayaan itu dapat berfungsi sebagai penggerak adanya suatu mutu pendidikan ke arah yang lebiih baik, hanya saja bagaimana kita sebagai calon guru dapat memilah – milih kebudayaan itu dengan baik. Pada Era yang yang semakin berkembang saat ini banyak masalah atau pengaruh yang bisa terjadi disebabkan budaya yang tidak mendukung. Ketika pengaruh budaya buruk mempengaruhi kepribadiaan seseorang maka dengan sendirinya berbagai masalah yang tidak di inginkan akan terjadi secara terus-menerus dan peningkatan mutu pendidikan tidak akan sesuai dengan apa yang kita harapkan.
Nah yang menjadi tantangan untuk kita, apa yang harus kita lakukan agar permasalahan yang sering timbul pada pesera didik akibat pengaruh budaya yang buruk dapat disingkirkan secara perlahan. Menyingkirkan budaya buruk yang dimaksudkan disi adalah bagaimana cara kita tidak menerapkan budaya-budaya lama yagn telah nyata tidak sesuai dengan norma-norma maupun adat istiadat sehingga fungsi kebudayaan pendidikan dapat berjalan dengan baik.
Menjadi tantangan untuk kita apakah kita berani mengambil resiko dengan cara tidak mengikuti dan menerapkan berbagai budaya buruk yang kita lihat dapat mempengaruhi kebudayaan kita. Dan memberitahukan kepada peserta didik kita bahwa budaya yang buruk harus dibuang dan dilenyapkan.
B. Rumusan Masalah
Sejalan dengan latar belakang masalah, rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Apakah hakekat kebudayan dalam pendidikan?
2. Bagaimana ciri adanya kebudayaan dalam pendidikan?
3. Apakah dampak adanya suatu kebudayaan dalam pendidikan?
4. Bagaimana cara menerapkan kebudayaan dalam pendidikan?
C. Tujuan
Sesuai dengan rumusan masalah, penyusunan makalah ini bertujuan untuk mendeskripsikan :
1. Hakekat kebudayaan dalam pendidikan
2. Ciri adanya kebudayaan dalam pendidikan
3. Dampak adanya suatu kebudayaan dalam pendidikan
4. Cara menerapkan kebudayaan dalam pendidikan
D. Manfaat
Makalah ini disusun untuk menambah khazanah ilmu tentang pentingnya Wawasan Kebudayaan Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Secara praktis makalah ini disusun untuk :
1. Penulis sebagai wahana menambah pengetahuan.
2. Dapat memberikan pengetahuan bagi seluruh mahasiswa S1 – PGSD UPI Kampus Cibiru tentang pentingnya wawasan kebudayaan dalam meningkatkan mutu pendidikan.
3. Para pembaca untuk menambah wawasannya. tentang pentingnya wawasan kebudayaan dalam meningkatkan mutu pendidikan.
E. Prosedur Makalah
Penyusunan makalah ini menerapkan metode deskriptif. Dimana, merupakan penjelasan – penjelasan dari masalah yang diangkat. Dan dipadu dengan menggunakan teknik studi pustaka dengan teknik analisi isi
BAB II
PEMBAHASAN
A. Hakekat Kebudayaan Dalam Pendidikan
Pendidikan sering di kaitkan dengan kebudayaan, karena kebudayaan merupakan salah satu pemicu untuk terbentuknya suatu mutu pendidikan. Jadi hakekat kebudayaan dalam pendidikan merupakan adanya suatu campur tangan kebudayaan bangsa sehingga dalam proses pembelajaran pengetahuan kebudayaan sering digunakan. Menurut Ki Hajar Dewantara (Prof. Dr. H. A. R Tilaar, 2002: 68) mengungkapkan Bahwa ”kebudayaan tidak dapat di pisahkan dari pendidikan, bahkan kebudayaan merupakan alas atau dasar pendidikan, intinya pendidikan itu di alaskan kepada aspek kebudayaan yaitu aspek intelektual, tetapi kebudayaan sebagai keseluruhan.” Kebudayaan dapat diartikan pula sebagai alas adanya suatu pendidikan, karena pendidikan adalah sebagian dari proses pembudayaan”.
Hakekat kebudayaan juga dijelaskan oleh Agus Ruslan (http:/re-serchengines.com/agusruslan30-5.html) menyatakan ”Kebudayaan dan Pendidikan Masyarakat sebagai satu kesatuan individu adalah pembentuk, pelestari sekaligus aset budaya. Sikap, Perilaku, merupakan pemahaman atas keberadaan masing-masing individu pada suatu masyarakat Kebiasan suatu kelompok besar atau msayarakat dan sub kultur kelompok kecil yang lebih memungkinkan dapat saling berkomunikasi satu sama lainnya untuk memfungsikan dirinya sebagai penyedia tranmisi budaya dan memberikan kewenangan kepada masyarakat untuk bertindak secara maksimal.” Jadi kebudayaan dalam pendidikan dapat dikatakan sebagai suatu pelestarian budaya yang di aplikasikan didalam pendidikan.
Definisi lain yang sehubungan dengan hakekat kebudayaan dalam pendidikan dikemukakan oleh Muhaemin El-Ma'hady. S. pd.I (http;//re-serchengines.com/muhaemin6-04.html) menyatakan bahwa ”Pendidikan merupakan proses yang berlangsung dalam suatu budaya tertentu. Banyak nilai-nilai budaya dan orientasinya yang bisa menghambat dan bisa mendorong pendidikan. Bahkan banyak pula nilai-nilai budaya yang dapat dimanfaatkan secara sadar dalam proses pendidikan.” Adanya budaya dalam pendidikan dapat memberikan dampak bagi peserta didik, bisa berdampak negaif atau positif tergantung cara kita memilih mana budaya yang baik yang dapat di gunakan dalam proses pendidikan.
Berdasarkan definisi di atas dapat di simpulkan bahwa hakekat kebudayaan dalam pendidikan bahwa kaitan antara pendidikan dan kebudayaan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan, pendidikan adalah bagian integral dari kebudayaan. Dengan kata lain pendidikan adalah proses pembudayaan manusia. Karena kebudayaan merupakan hasil budi daya manusia. Hasil budi daya itu tidak hanya berupa hasil pembudayaan manusia yang disebut hasil pendidikan.
Pengembangan pendidikan dan kebudayaan hanya dapat berjalan dengan baik jika sekolah dijadikan pusat kebudayaan. Sekolah dapat menjadi pusat kebudayaan jika dapat meningkatkan mutu pendidikan, dapat menciptakan masyarakat belajar, dapat menjadi teladan bagi masyarakat sekitarnya dan dapat membentuk manusia Indonesia seutuhnya.
B. Ciri Adanya Kebudayaan Dalam Pendidikan
Ciri dan pengetahuan tentang kebudayaan dalam pendidikan sangat penting di pahami oleh guru maupun calon seorang guru. Mengapa sangat penting? karena tugas kita adalah bertanggungjawab atas terlaksananya pendidikan yang memiliki mutu dengan baik di mata bangsa maupun dunia. melalui kebudayaan. Sehingga dari kebudayaan yang ada guru dapat menerapkannya dalam proses pembelajaran melihat dari ciri – ciri kebudayaan tersebut dalam pendidikan, salah satunya yang dikemukakan oleh James Banks, 1994 (http;//re-serchengines.com/muhaemin6-04.html) menjelaskan tentang ciri – ciri adanya kebudayaan dalam pendidikan dalam berbagai aspek diantaranya:
- Content integration mengintegrasikan berbagai budaya dan kelompok untuk mengilustrasikan konsep mendasar, generalisasi dan teori dalam mata pelajaran/disiplin ilmu.
-The Knowledge Construction Process
Membawa siswa untuk memahami implikasi budaya ke dalam sebuah mata pelajaran (disiplin)
-An Equity Paedagogy
Menyesuaikan metode pengajaran dengan cara belajar siswa dalam rangka memfasilitasi prestasi akademik siswa yang beragam baik dari segi ras, budaya ataupun sosial.
-Prejudice Reduction
Mengidentifikasi karakteristik ras siswa dan menentukan metode pengajaran mereka
- Melatih kelompok untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga, berinteraksi dengan seluruh staff dan siswa yang berbeda etnis dan ras dalam upaya menciptakan budaya akademik
Dalam aktifitas pendidikan manapun, peserta didik merupakan sasaran (obyek) dan sekaligus sebagai subyek pendidikan. Oleh sebab itu dalam memahami hakikat peserta didik, para pendidik perlu dilengkapi pemahaman tentang ciri-ciri umum peserta didik. Setidaknya secara umum peserta didik memiliki lima ciri yaitu :
1. Peserta didik dalan keadaan sedang berdaya, maksudnya ia dalam keadaan berdaya untuk menggunakan kemampuan, kemauan dan sebagainya.
2. Mempunyai keinginan untuk berkembang ke arah dewasa.
3. Peserta didik mempunyai latar belakang yang berbeda.
4. Peserta didik melakukan penjelajahan terhadap alam sekitarnya dengan
potensi-potensi dasar yang dimiliki secara individu.
C. Dampak Adanya Suatu Kebudayaan Dalam Pendidikan
Dengan adanya suatu kebudayaan dalam pendidikan yang ditujukan demi tercapainya mutu pendidikan akan merubah kepribadian pada setiap peserta didik. Perubahan kepribadian di sini adalah yang pertama adanya perubahan pribadi ke arah yang lebih baik dengan kata lain adanya kelebihan atau manfaat dari adanya suatu sistem kebudayaan di sekolah yang dirasakan oleh peserta didik, kedua adalah perubahan kepribadian kearah yang tidak baik bisa dikatakn sebagai kelemahan dari adanya suatu kebudayaan di sekolah bagi peserta didik. Beberapa contoh dampak yang dapat terjadi dengan adanya kebudayaan dalam dunia pendidikan dikemukakan oleh Muhaemin(http://re-serchengines.com/muhaemin6-04.html yaitu ”menurut penelitian amerika bahwa kebudayaan di Amerika, anak-anak keturunan Afrika-Amerika yang tinggal dengan orang tua lengkap pada tahun 1990 sebanyak 39%, sedangkan tahun 1960 jumlahnya cukup banyak sekitar 67%, artinya bahwa setengah dari jumlah anak-anak mereka yang berusia di bawah delapan belas tahun sudah dibiasakan tinggal sendiri. Dari hasil penelitian yang dilakukan di Amerika dan Inggris bahwa dengan tidak adanya keluarga memberikan dampak atau pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan psikologi anak. Sehingga anak tidak dapat menjalankan tugas mereka sebagi seorang peajar dengan baik. Disamping itu dalam penelitian Amerika juga menyebutkan bahwa media masa (Televisi) merupakan suatu kebudayaan yang sedang berkembang dan baik untuk diterapkan karena Sebagian sarjana sosial berpendapat bahawa televisi sebagai " kurikulum pertama" sehingga mempengaruhi cara belajar anak untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan dan pemahaman. Oleh karenananya kurikulum televisi dirancang untuk memelihara minat pada kurikulum sekolah dengan tujuan lain seperti pengembangan moral dan penguasaan secara abstrak.” Dari adanya media masa tersebut terdapat pro dan kontra yaitu bahwa
Mendukung
1. Televisi akan memperkaya pengetahuan anak dan dapat memahami pelajaran, keuntungannya guru dapat lebih cepat mempersentasikan pelajaran
2. Televisi dapat membangkitkan perhatian anak dan guru dapat lebih memperdalam beberapa bagian kurikulum
3. Televisi membantu guru untuk membuat siswa belajar yang
menyenangkan.
4. Tayangan film atau sandiwara dalam televisi dapat menyentuh emosi seperti sedih dan marah, dan siswa dapat berlatih untuk mencobanya dengan teman sekelas, orang tua atau guru
5. Televisi mrupakan agen sosialisasi paling baik
Menolak
1. Para siswa sering mendapatkan informasi yang dangkal dari televisi dan
tidak dapat dijadikan landasan pengetahuan, bahkan tayang televisi bisa
menipu pikiran siswa.
2. Terkadang Televisi dapat memprovokasi suatu masalah yang mengakibatkan siswa berpikir pasif sehingga guru harus lebih sering mengkonternya untuk menumbuhkan mental habit anak didiknya
3. Siaran televisi membuat pekerjaan guru tambah sulit karena tayangan yang menyenangkan dan palsu membangkitkan harapan belajar yang menyenangkan sedangkan guru bukan burung yang dapat menarik perhatian.
4. Tayang televisi dapat membentuk karakter dan perlilaku siswa bengis dan kasar.
5. Beberapa program TV menjauhkan anak dari nilai-nilai sekolah dan masyarakat khususnya nilai-nilai negataif kelompok sebaya.
Hal tersebut hanya beberapa dampak yang dapat terjadi dari adanya kebudayaan dalam pendidikan. Oleh karena itu dengan adanya suatu kebudayaan salah satu solusi yang dapat digunakan oleh kita sebagai calon seorang guru adalah menerapkan kebudayaan di sekolah (kultur sekolah) yaitu dengan menggunakan sekolah sebagai wadah pendidikan formal anak-anak diatur berdasarkan tata tertib dan peraturan sekolah, mereka belajar disiplin cara berdiri, duduk dan berjalan, mereka juga belaja upacara bendera atau hari-hari besar kenegaraan, belajar bernyanyi, olah raga di samping pelajaran pokok laninnya seperti matematika, ilmu pengetahuan sosial, dan lain sebagaimnya, di sekolah hasil belajar anak dievaluasi dan mereka mendapatkan penghargaan atas prestasi belajar mereka dengan nilai yang didapatnya sampai lulus dan diwisuda sebagai upacara pelepasan. Guru mengarahkan dan membimbing para siswa, dan inilah yang disebut budaya atau kultur sekolah.
D. Cara Menerapkan Kebudayaan Dalam Pendidikan
Di lihat dari segi hakekat, ciri, dampak serta solusi dalam pentingnya berwawasan kebudayaan dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggal bagaimana cara kita sebagai calon seorang guru maupun guru sekalipun dalam menerapkan kebudayaan dalam proses pembelajaran sehingga dapat terwujudnya suatu mutu pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Dalam bukunya Ihat Hatimah, dkk (Pembelajaran berwawasan kebudayaan 2008:3.8) mengemukakan bahwa ”pada misi jangka pendek pendidikan nasional adalah melakukan penuntasan program wajib belajar pendidikan dasar yang bermutu. Masalah yang dihadapi oleh guru – guru adalah kurangnya kesadaran tentang pentingnya wawasan berbudaya, salah satunya wawasan budaya bermasayarkat. Untuk mengatasinya yaitu dengan menumbuhkan keprcayaan diri, dan memberdayakan peserta didik melalui keterampilan baru yang berbasis kebudayaan dan tradisi lokal. Disamping itu , agar tercapainya mutu pendidikan salah hsatu hal yang dapat digunakan adalah tekhnologi. Tekhnologi sebagai hasil budaya manusia dapat digunakan untuk mempermudah dalam menyerap berbagai informasi . Dalam Pemilihan dan penggunaan teknologi baik berupa alat atau sistem untuk pembelajaran , harus yang paling tepat dan sesuai dengan situasi dan kondisi. Dengan penggunaan tekhnologi yang tepat, dapat mempermudah berlangsungnya proses pembelajaran.”
Contoh penerapan agar belajar dapat lebih bermakna bagi peserta didik adalah dengan menghubungkan kebudayaan yang ada pada masyarakat, misalnya potensi lingkungan.
a. Dalam Pelajaran IPA, ketika materinya berhubungan dengan binatng, maka contoh yang diberikan kepada peserta didik adalah binatang yang banyak hidup disekitar lingkungan peserta didik.
b. Dalam Pelajaran IPS, ketika materinya berhubungan dengan ekonomi, maka contoh yang diberikan kepada peserta didik adalah mengenai kehidupan pasar yang biasa didatangi oleh peserta didik.
Thomas Hickema {Tilar :2000. (Pembelajaran Berwawasan Kebudayaan: : 7.6)}berpendapat lain tentang hal yang terkait dalam cara guru dalam menerapkan kebudayaan dalam pendidikan bahwa
1. Pendidik haruslah menjadi seorang model dan sekaigus menjadi mentor dari peserta didik dalam mewujudkan nilai – nilai moral didalam kehidupan di sekolah. Tanpa guru atau pendidik sebagai model, sulit untuk mewujudkan suatu pranata sosial (sekolah) yang dapat mewujudkan nilai – nilai kebudayaan.
2. Masyarakat sekolah haruslah merupakan masyarakat bermoral
Apabila kita berbicara mengenai budaya sekolah (school culture) maka sekolah bukan semata – mata untuk meningkatkan kemampuan intelektual, tetapi juga kejujuran, kebenaran, dan pengabdian kepada manusia.
3. Praktekan disiplin moral
Moral adalah sesuatu yang restricive, artinya bukan sekedar sesuatu yang desktiptif tentang sesuatu yang baik, tetapi sesuatu yang mengarahkan perilaku dan pikiran seseorang untuk berbuat baik. Moral mengimplikasikan disiplin.
4. Budaya bekerja sama (cooperative learning)
Kehidupan sekarang ini bukan hanya menuntut manusia – manusia yang berkembang inteligensi dan kemampuan intelektualnya, tetapi juga berkembang inteligensi emosinalnya supaya sapat bekerjasama dalam meningkatkan mutu pendidikan.
5. Menumbuhkan kesadara karya
Kebudayaan bukanlah suatu himpunan para petapa. Kebudayaan merupakan suatu arena pergaulan antar manusia yang bekerja. Tanpa bekerja tidak mungkin ditumbuhkan suatu masyarakat dan budaya. Oleh sebab itu,tugas guru didalam pranata sosial sekolah adalah menumbuhkan nilai – nilai kekayaan pada peserta didik yitu kerja keras, cinta kepada kualitas, disiplin kerja, kreativitas, dan juga termasuk kepemimpinan.
Dengan adanya penerapan sistem kebudayaan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan yang telah di uraikan di atas akan memudahkan guru dalam melakukan proses belajar mengajar dan mempekaya pengetahuan guru sehingga guru dapat lebih kreatif dengan adanya sistem kebudayaan ini serta kebudayaan itu sendiripun tidak mudah dilupakan oleh peserta didik untuk kedepannya.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan yang lebih baik. Salah satu penunjang adanya agar terciptnya mutu pendiikan yang baik salah satunya adalah dengan menggunakan wawasan kebudayaan. Karena Kebudayaan dapat didefinisikan sebagai cara bertingkah laku, etika, bahasa, kebiasaan, kepercayaan agama dan moral, pengetahuan, sikap dan nilai-nilai yang merupakan hasil karya manusia seperti halnya bermacam-macam benda termasuk di dalamnya alat-alat teknologi. Jadi, dengan adnaya kebudayaan tersbut dapat menunjang kreatifitas guru tersebut ataupun peserta didik itu sendiri.
Kaitan antara pendidikan dan kebudayaan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan, pendidikan adalah bagian integral dari kebudayaan. Dengan kata lain pendidikan adalah proses pembudayaan manusia. Karena kebudayaan merupakan hasil budi daya manusia. Hasil budi daya itu tidak hanya berupa hasil pembudayaan manusia yang disebut hasil pendidikan.Pengembangan pendidikan dan kebudayaan hanya dapat berjalan dengan baik jika sekolah dijadikan pusat kebudayaan. Sekolah dapat menjadi pusat kebudayaan jika dapat meningkatkan mutu pendidikan, dapat menciptakan masyarakat belajar, dapat menjadi teladan bagi masyarakat sekitarnya dan dapat membentuk manusia Indonesia seutuhnya.
B. Saran
Mengingat pentingnya kebudayaan dalam pendidikan, untuk menunjang tujuan pendidikan sesuai dengan yang diharapkan. Maka, kepada guru yang merupakan insan yang sangat berperan penting dalam pendidikan dan merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan, pergunakanlah suatu sistem kebudayaan yang telah ada dengan cara mengaplikasikannya dalam proses belajar sehingga dapat terciptanya peserta didik yang kreatif, berpengetahuan,dan berwawasan yang luas demi terciptanya mutu pendidikan yang diinginkan.
DAFTAR PUSTAKA
Agus Ruslan. (2007). Transformasi Budaya. [Online]. Tersedia : http:/re-serchengines.com/agusruslan30-5.html.[30 Mei 2007]
Anonim. (2005). Hakekat Manusia[Online]. Tersedia: http://pakguruonline.pendidikan.net/buku_tua_pakguru_dasar_kpdd_14.html [20 Juni 2005].
Hatimah, Ihat, dkk. 2008. Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan. Bandung: Universitas Terbuka.
Muhaemin El-Ma'hady. S. pd.I. (2004). Multikulturalisme dan Pendidikan Multikultural. [Online]. Tersedia : http://re-serchengines.com/muhaemin6-04.html.[27 Mei 2004]
Prof. Dr. H.A.R. Tilaar, M. Sc. Ed. 2002. Pendidikan Kebudayaan Dan Masyarakat Madani Indonesia. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Langganan:
Postingan (Atom)



.jpg)


