MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN MELALUI WAWASAN KEBUDAYAAN
MAKALAH
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Inovasi Pendidikan
Oleh :
Ibnu Kohar
(0802034)
Kelas 2A
PROGRAM PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
KAMPUS CIBIRU
BANDUNG
2009
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah swt., karena berkat rahmat dan hidayah – Nya penulis dapat menyelesaikan makalah tentang Meningkatkan Mutu Pendidikan Melalui Wawasan Kebudayaan.
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Inovasi Pendidikan.
Dilihat dari realitas yang ada tentang kurangnya pengetahuan, pemahaman serta kesadaran guru terhadap kebudayan yang merupakan salah satu faktor penunjang keberhasilan suatu pendidikan. Maka makalah ini dirancang untuk menambah pengetahuan, pemahaman guru dalam tugasnya sebagai tenaga profesional bahwa kebudayaan adalah salah satu hal penting dan fasilitas yang dapat dipergunakan oleh guru sebagai penunjang keberhasilan suatu pendidikan agar peserta didik mengetahui kebudayaan khususnya yang ada di Indonesia dan umumnya di negara lain serta peseta didik dapat mengaplikasikannya pada kehidupan sehari – hari.
Dalam membuat makalah ini, banyak pihak yang telah memberikan bantuan, bimbingan dan dorongan. Oleh karena itu, dengan segenap kerendahan hati, pada kesmpatan ini penulis menyampaikan ucapan terimaksih kapada pihak – pihak yang telah membantu.
Penulis menyadari bahwa makalah yang disusun ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun, penulis harapkan. Namun penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis, umumnya bagi pembaca.
Bandung, 15 Desember 2009
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .i
DAFTAR ISI .ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 2
C. Tujuan Penulisan 2
D. Manfaat Makalah 2
E. Prosedur Penulisan 3
BAB II PEMBAHASAN
A. Hakekat Kebudayaan Dalam Pendidikan 4
B. Ciri Adanya Kebudayaan Dalam Pendidikan 5
C. Dampak Adanya Suatu Kebudayaan Dalam Pendidikan....................6
D. Cara Menerapkan Kebudayaan Dalam Pendidikan.............................9
BAB III PENUTUP
1. Kesimpulan 12
2. Saran 12
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................13
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berkembangnya suatu bangsa dapat di tunjang melalui pendidikan. Karena pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting dan berlangsung sepanjang hayat. Tanpa adanya pendidikan manusia tidak akan mempunyai nilai moral dan norma dengan baik. Pendidikan sendiri tidak pernah lepas dengan kebudayaan, karena manusia sendirilah yang menciptkan suatu kebudayaan, dan kebudayaan itu dapat berfungsi sebagai penggerak adanya suatu mutu pendidikan ke arah yang lebiih baik, hanya saja bagaimana kita sebagai calon guru dapat memilah – milih kebudayaan itu dengan baik. Pada Era yang yang semakin berkembang saat ini banyak masalah atau pengaruh yang bisa terjadi disebabkan budaya yang tidak mendukung. Ketika pengaruh budaya buruk mempengaruhi kepribadiaan seseorang maka dengan sendirinya berbagai masalah yang tidak di inginkan akan terjadi secara terus-menerus dan peningkatan mutu pendidikan tidak akan sesuai dengan apa yang kita harapkan.
Nah yang menjadi tantangan untuk kita, apa yang harus kita lakukan agar permasalahan yang sering timbul pada pesera didik akibat pengaruh budaya yang buruk dapat disingkirkan secara perlahan. Menyingkirkan budaya buruk yang dimaksudkan disi adalah bagaimana cara kita tidak menerapkan budaya-budaya lama yagn telah nyata tidak sesuai dengan norma-norma maupun adat istiadat sehingga fungsi kebudayaan pendidikan dapat berjalan dengan baik.
Menjadi tantangan untuk kita apakah kita berani mengambil resiko dengan cara tidak mengikuti dan menerapkan berbagai budaya buruk yang kita lihat dapat mempengaruhi kebudayaan kita. Dan memberitahukan kepada peserta didik kita bahwa budaya yang buruk harus dibuang dan dilenyapkan.
B. Rumusan Masalah
Sejalan dengan latar belakang masalah, rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Apakah hakekat kebudayan dalam pendidikan?
2. Bagaimana ciri adanya kebudayaan dalam pendidikan?
3. Apakah dampak adanya suatu kebudayaan dalam pendidikan?
4. Bagaimana cara menerapkan kebudayaan dalam pendidikan?
C. Tujuan
Sesuai dengan rumusan masalah, penyusunan makalah ini bertujuan untuk mendeskripsikan :
1. Hakekat kebudayaan dalam pendidikan
2. Ciri adanya kebudayaan dalam pendidikan
3. Dampak adanya suatu kebudayaan dalam pendidikan
4. Cara menerapkan kebudayaan dalam pendidikan
D. Manfaat
Makalah ini disusun untuk menambah khazanah ilmu tentang pentingnya Wawasan Kebudayaan Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Secara praktis makalah ini disusun untuk :
1. Penulis sebagai wahana menambah pengetahuan.
2. Dapat memberikan pengetahuan bagi seluruh mahasiswa S1 – PGSD UPI Kampus Cibiru tentang pentingnya wawasan kebudayaan dalam meningkatkan mutu pendidikan.
3. Para pembaca untuk menambah wawasannya. tentang pentingnya wawasan kebudayaan dalam meningkatkan mutu pendidikan.
E. Prosedur Makalah
Penyusunan makalah ini menerapkan metode deskriptif. Dimana, merupakan penjelasan – penjelasan dari masalah yang diangkat. Dan dipadu dengan menggunakan teknik studi pustaka dengan teknik analisi isi
BAB II
PEMBAHASAN
A. Hakekat Kebudayaan Dalam Pendidikan
Pendidikan sering di kaitkan dengan kebudayaan, karena kebudayaan merupakan salah satu pemicu untuk terbentuknya suatu mutu pendidikan. Jadi hakekat kebudayaan dalam pendidikan merupakan adanya suatu campur tangan kebudayaan bangsa sehingga dalam proses pembelajaran pengetahuan kebudayaan sering digunakan. Menurut Ki Hajar Dewantara (Prof. Dr. H. A. R Tilaar, 2002: 68) mengungkapkan Bahwa ”kebudayaan tidak dapat di pisahkan dari pendidikan, bahkan kebudayaan merupakan alas atau dasar pendidikan, intinya pendidikan itu di alaskan kepada aspek kebudayaan yaitu aspek intelektual, tetapi kebudayaan sebagai keseluruhan.” Kebudayaan dapat diartikan pula sebagai alas adanya suatu pendidikan, karena pendidikan adalah sebagian dari proses pembudayaan”.
Hakekat kebudayaan juga dijelaskan oleh Agus Ruslan (http:/re-serchengines.com/agusruslan30-5.html) menyatakan ”Kebudayaan dan Pendidikan Masyarakat sebagai satu kesatuan individu adalah pembentuk, pelestari sekaligus aset budaya. Sikap, Perilaku, merupakan pemahaman atas keberadaan masing-masing individu pada suatu masyarakat Kebiasan suatu kelompok besar atau msayarakat dan sub kultur kelompok kecil yang lebih memungkinkan dapat saling berkomunikasi satu sama lainnya untuk memfungsikan dirinya sebagai penyedia tranmisi budaya dan memberikan kewenangan kepada masyarakat untuk bertindak secara maksimal.” Jadi kebudayaan dalam pendidikan dapat dikatakan sebagai suatu pelestarian budaya yang di aplikasikan didalam pendidikan.
Definisi lain yang sehubungan dengan hakekat kebudayaan dalam pendidikan dikemukakan oleh Muhaemin El-Ma'hady. S. pd.I (http;//re-serchengines.com/muhaemin6-04.html) menyatakan bahwa ”Pendidikan merupakan proses yang berlangsung dalam suatu budaya tertentu. Banyak nilai-nilai budaya dan orientasinya yang bisa menghambat dan bisa mendorong pendidikan. Bahkan banyak pula nilai-nilai budaya yang dapat dimanfaatkan secara sadar dalam proses pendidikan.” Adanya budaya dalam pendidikan dapat memberikan dampak bagi peserta didik, bisa berdampak negaif atau positif tergantung cara kita memilih mana budaya yang baik yang dapat di gunakan dalam proses pendidikan.
Berdasarkan definisi di atas dapat di simpulkan bahwa hakekat kebudayaan dalam pendidikan bahwa kaitan antara pendidikan dan kebudayaan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan, pendidikan adalah bagian integral dari kebudayaan. Dengan kata lain pendidikan adalah proses pembudayaan manusia. Karena kebudayaan merupakan hasil budi daya manusia. Hasil budi daya itu tidak hanya berupa hasil pembudayaan manusia yang disebut hasil pendidikan.
Pengembangan pendidikan dan kebudayaan hanya dapat berjalan dengan baik jika sekolah dijadikan pusat kebudayaan. Sekolah dapat menjadi pusat kebudayaan jika dapat meningkatkan mutu pendidikan, dapat menciptakan masyarakat belajar, dapat menjadi teladan bagi masyarakat sekitarnya dan dapat membentuk manusia Indonesia seutuhnya.
B. Ciri Adanya Kebudayaan Dalam Pendidikan
Ciri dan pengetahuan tentang kebudayaan dalam pendidikan sangat penting di pahami oleh guru maupun calon seorang guru. Mengapa sangat penting? karena tugas kita adalah bertanggungjawab atas terlaksananya pendidikan yang memiliki mutu dengan baik di mata bangsa maupun dunia. melalui kebudayaan. Sehingga dari kebudayaan yang ada guru dapat menerapkannya dalam proses pembelajaran melihat dari ciri – ciri kebudayaan tersebut dalam pendidikan, salah satunya yang dikemukakan oleh James Banks, 1994 (http;//re-serchengines.com/muhaemin6-04.html) menjelaskan tentang ciri – ciri adanya kebudayaan dalam pendidikan dalam berbagai aspek diantaranya:
- Content integration mengintegrasikan berbagai budaya dan kelompok untuk mengilustrasikan konsep mendasar, generalisasi dan teori dalam mata pelajaran/disiplin ilmu.
-The Knowledge Construction Process
Membawa siswa untuk memahami implikasi budaya ke dalam sebuah mata pelajaran (disiplin)
-An Equity Paedagogy
Menyesuaikan metode pengajaran dengan cara belajar siswa dalam rangka memfasilitasi prestasi akademik siswa yang beragam baik dari segi ras, budaya ataupun sosial.
-Prejudice Reduction
Mengidentifikasi karakteristik ras siswa dan menentukan metode pengajaran mereka
- Melatih kelompok untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga, berinteraksi dengan seluruh staff dan siswa yang berbeda etnis dan ras dalam upaya menciptakan budaya akademik
Dalam aktifitas pendidikan manapun, peserta didik merupakan sasaran (obyek) dan sekaligus sebagai subyek pendidikan. Oleh sebab itu dalam memahami hakikat peserta didik, para pendidik perlu dilengkapi pemahaman tentang ciri-ciri umum peserta didik. Setidaknya secara umum peserta didik memiliki lima ciri yaitu :
1. Peserta didik dalan keadaan sedang berdaya, maksudnya ia dalam keadaan berdaya untuk menggunakan kemampuan, kemauan dan sebagainya.
2. Mempunyai keinginan untuk berkembang ke arah dewasa.
3. Peserta didik mempunyai latar belakang yang berbeda.
4. Peserta didik melakukan penjelajahan terhadap alam sekitarnya dengan
potensi-potensi dasar yang dimiliki secara individu.
C. Dampak Adanya Suatu Kebudayaan Dalam Pendidikan
Dengan adanya suatu kebudayaan dalam pendidikan yang ditujukan demi tercapainya mutu pendidikan akan merubah kepribadian pada setiap peserta didik. Perubahan kepribadian di sini adalah yang pertama adanya perubahan pribadi ke arah yang lebih baik dengan kata lain adanya kelebihan atau manfaat dari adanya suatu sistem kebudayaan di sekolah yang dirasakan oleh peserta didik, kedua adalah perubahan kepribadian kearah yang tidak baik bisa dikatakn sebagai kelemahan dari adanya suatu kebudayaan di sekolah bagi peserta didik. Beberapa contoh dampak yang dapat terjadi dengan adanya kebudayaan dalam dunia pendidikan dikemukakan oleh Muhaemin(http://re-serchengines.com/muhaemin6-04.html yaitu ”menurut penelitian amerika bahwa kebudayaan di Amerika, anak-anak keturunan Afrika-Amerika yang tinggal dengan orang tua lengkap pada tahun 1990 sebanyak 39%, sedangkan tahun 1960 jumlahnya cukup banyak sekitar 67%, artinya bahwa setengah dari jumlah anak-anak mereka yang berusia di bawah delapan belas tahun sudah dibiasakan tinggal sendiri. Dari hasil penelitian yang dilakukan di Amerika dan Inggris bahwa dengan tidak adanya keluarga memberikan dampak atau pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan psikologi anak. Sehingga anak tidak dapat menjalankan tugas mereka sebagi seorang peajar dengan baik. Disamping itu dalam penelitian Amerika juga menyebutkan bahwa media masa (Televisi) merupakan suatu kebudayaan yang sedang berkembang dan baik untuk diterapkan karena Sebagian sarjana sosial berpendapat bahawa televisi sebagai " kurikulum pertama" sehingga mempengaruhi cara belajar anak untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan dan pemahaman. Oleh karenananya kurikulum televisi dirancang untuk memelihara minat pada kurikulum sekolah dengan tujuan lain seperti pengembangan moral dan penguasaan secara abstrak.” Dari adanya media masa tersebut terdapat pro dan kontra yaitu bahwa
Mendukung
1. Televisi akan memperkaya pengetahuan anak dan dapat memahami pelajaran, keuntungannya guru dapat lebih cepat mempersentasikan pelajaran
2. Televisi dapat membangkitkan perhatian anak dan guru dapat lebih memperdalam beberapa bagian kurikulum
3. Televisi membantu guru untuk membuat siswa belajar yang
menyenangkan.
4. Tayangan film atau sandiwara dalam televisi dapat menyentuh emosi seperti sedih dan marah, dan siswa dapat berlatih untuk mencobanya dengan teman sekelas, orang tua atau guru
5. Televisi mrupakan agen sosialisasi paling baik
Menolak
1. Para siswa sering mendapatkan informasi yang dangkal dari televisi dan
tidak dapat dijadikan landasan pengetahuan, bahkan tayang televisi bisa
menipu pikiran siswa.
2. Terkadang Televisi dapat memprovokasi suatu masalah yang mengakibatkan siswa berpikir pasif sehingga guru harus lebih sering mengkonternya untuk menumbuhkan mental habit anak didiknya
3. Siaran televisi membuat pekerjaan guru tambah sulit karena tayangan yang menyenangkan dan palsu membangkitkan harapan belajar yang menyenangkan sedangkan guru bukan burung yang dapat menarik perhatian.
4. Tayang televisi dapat membentuk karakter dan perlilaku siswa bengis dan kasar.
5. Beberapa program TV menjauhkan anak dari nilai-nilai sekolah dan masyarakat khususnya nilai-nilai negataif kelompok sebaya.
Hal tersebut hanya beberapa dampak yang dapat terjadi dari adanya kebudayaan dalam pendidikan. Oleh karena itu dengan adanya suatu kebudayaan salah satu solusi yang dapat digunakan oleh kita sebagai calon seorang guru adalah menerapkan kebudayaan di sekolah (kultur sekolah) yaitu dengan menggunakan sekolah sebagai wadah pendidikan formal anak-anak diatur berdasarkan tata tertib dan peraturan sekolah, mereka belajar disiplin cara berdiri, duduk dan berjalan, mereka juga belaja upacara bendera atau hari-hari besar kenegaraan, belajar bernyanyi, olah raga di samping pelajaran pokok laninnya seperti matematika, ilmu pengetahuan sosial, dan lain sebagaimnya, di sekolah hasil belajar anak dievaluasi dan mereka mendapatkan penghargaan atas prestasi belajar mereka dengan nilai yang didapatnya sampai lulus dan diwisuda sebagai upacara pelepasan. Guru mengarahkan dan membimbing para siswa, dan inilah yang disebut budaya atau kultur sekolah.
D. Cara Menerapkan Kebudayaan Dalam Pendidikan
Di lihat dari segi hakekat, ciri, dampak serta solusi dalam pentingnya berwawasan kebudayaan dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggal bagaimana cara kita sebagai calon seorang guru maupun guru sekalipun dalam menerapkan kebudayaan dalam proses pembelajaran sehingga dapat terwujudnya suatu mutu pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Dalam bukunya Ihat Hatimah, dkk (Pembelajaran berwawasan kebudayaan 2008:3.8) mengemukakan bahwa ”pada misi jangka pendek pendidikan nasional adalah melakukan penuntasan program wajib belajar pendidikan dasar yang bermutu. Masalah yang dihadapi oleh guru – guru adalah kurangnya kesadaran tentang pentingnya wawasan berbudaya, salah satunya wawasan budaya bermasayarkat. Untuk mengatasinya yaitu dengan menumbuhkan keprcayaan diri, dan memberdayakan peserta didik melalui keterampilan baru yang berbasis kebudayaan dan tradisi lokal. Disamping itu , agar tercapainya mutu pendidikan salah hsatu hal yang dapat digunakan adalah tekhnologi. Tekhnologi sebagai hasil budaya manusia dapat digunakan untuk mempermudah dalam menyerap berbagai informasi . Dalam Pemilihan dan penggunaan teknologi baik berupa alat atau sistem untuk pembelajaran , harus yang paling tepat dan sesuai dengan situasi dan kondisi. Dengan penggunaan tekhnologi yang tepat, dapat mempermudah berlangsungnya proses pembelajaran.”
Contoh penerapan agar belajar dapat lebih bermakna bagi peserta didik adalah dengan menghubungkan kebudayaan yang ada pada masyarakat, misalnya potensi lingkungan.
a. Dalam Pelajaran IPA, ketika materinya berhubungan dengan binatng, maka contoh yang diberikan kepada peserta didik adalah binatang yang banyak hidup disekitar lingkungan peserta didik.
b. Dalam Pelajaran IPS, ketika materinya berhubungan dengan ekonomi, maka contoh yang diberikan kepada peserta didik adalah mengenai kehidupan pasar yang biasa didatangi oleh peserta didik.
Thomas Hickema {Tilar :2000. (Pembelajaran Berwawasan Kebudayaan: : 7.6)}berpendapat lain tentang hal yang terkait dalam cara guru dalam menerapkan kebudayaan dalam pendidikan bahwa
1. Pendidik haruslah menjadi seorang model dan sekaigus menjadi mentor dari peserta didik dalam mewujudkan nilai – nilai moral didalam kehidupan di sekolah. Tanpa guru atau pendidik sebagai model, sulit untuk mewujudkan suatu pranata sosial (sekolah) yang dapat mewujudkan nilai – nilai kebudayaan.
2. Masyarakat sekolah haruslah merupakan masyarakat bermoral
Apabila kita berbicara mengenai budaya sekolah (school culture) maka sekolah bukan semata – mata untuk meningkatkan kemampuan intelektual, tetapi juga kejujuran, kebenaran, dan pengabdian kepada manusia.
3. Praktekan disiplin moral
Moral adalah sesuatu yang restricive, artinya bukan sekedar sesuatu yang desktiptif tentang sesuatu yang baik, tetapi sesuatu yang mengarahkan perilaku dan pikiran seseorang untuk berbuat baik. Moral mengimplikasikan disiplin.
4. Budaya bekerja sama (cooperative learning)
Kehidupan sekarang ini bukan hanya menuntut manusia – manusia yang berkembang inteligensi dan kemampuan intelektualnya, tetapi juga berkembang inteligensi emosinalnya supaya sapat bekerjasama dalam meningkatkan mutu pendidikan.
5. Menumbuhkan kesadara karya
Kebudayaan bukanlah suatu himpunan para petapa. Kebudayaan merupakan suatu arena pergaulan antar manusia yang bekerja. Tanpa bekerja tidak mungkin ditumbuhkan suatu masyarakat dan budaya. Oleh sebab itu,tugas guru didalam pranata sosial sekolah adalah menumbuhkan nilai – nilai kekayaan pada peserta didik yitu kerja keras, cinta kepada kualitas, disiplin kerja, kreativitas, dan juga termasuk kepemimpinan.
Dengan adanya penerapan sistem kebudayaan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan yang telah di uraikan di atas akan memudahkan guru dalam melakukan proses belajar mengajar dan mempekaya pengetahuan guru sehingga guru dapat lebih kreatif dengan adanya sistem kebudayaan ini serta kebudayaan itu sendiripun tidak mudah dilupakan oleh peserta didik untuk kedepannya.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan yang lebih baik. Salah satu penunjang adanya agar terciptnya mutu pendiikan yang baik salah satunya adalah dengan menggunakan wawasan kebudayaan. Karena Kebudayaan dapat didefinisikan sebagai cara bertingkah laku, etika, bahasa, kebiasaan, kepercayaan agama dan moral, pengetahuan, sikap dan nilai-nilai yang merupakan hasil karya manusia seperti halnya bermacam-macam benda termasuk di dalamnya alat-alat teknologi. Jadi, dengan adnaya kebudayaan tersbut dapat menunjang kreatifitas guru tersebut ataupun peserta didik itu sendiri.
Kaitan antara pendidikan dan kebudayaan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan, pendidikan adalah bagian integral dari kebudayaan. Dengan kata lain pendidikan adalah proses pembudayaan manusia. Karena kebudayaan merupakan hasil budi daya manusia. Hasil budi daya itu tidak hanya berupa hasil pembudayaan manusia yang disebut hasil pendidikan.Pengembangan pendidikan dan kebudayaan hanya dapat berjalan dengan baik jika sekolah dijadikan pusat kebudayaan. Sekolah dapat menjadi pusat kebudayaan jika dapat meningkatkan mutu pendidikan, dapat menciptakan masyarakat belajar, dapat menjadi teladan bagi masyarakat sekitarnya dan dapat membentuk manusia Indonesia seutuhnya.
B. Saran
Mengingat pentingnya kebudayaan dalam pendidikan, untuk menunjang tujuan pendidikan sesuai dengan yang diharapkan. Maka, kepada guru yang merupakan insan yang sangat berperan penting dalam pendidikan dan merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan, pergunakanlah suatu sistem kebudayaan yang telah ada dengan cara mengaplikasikannya dalam proses belajar sehingga dapat terciptanya peserta didik yang kreatif, berpengetahuan,dan berwawasan yang luas demi terciptanya mutu pendidikan yang diinginkan.
DAFTAR PUSTAKA
Agus Ruslan. (2007). Transformasi Budaya. [Online]. Tersedia : http:/re-serchengines.com/agusruslan30-5.html.[30 Mei 2007]
Anonim. (2005). Hakekat Manusia[Online]. Tersedia: http://pakguruonline.pendidikan.net/buku_tua_pakguru_dasar_kpdd_14.html [20 Juni 2005].
Hatimah, Ihat, dkk. 2008. Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan. Bandung: Universitas Terbuka.
Muhaemin El-Ma'hady. S. pd.I. (2004). Multikulturalisme dan Pendidikan Multikultural. [Online]. Tersedia : http://re-serchengines.com/muhaemin6-04.html.[27 Mei 2004]
Prof. Dr. H.A.R. Tilaar, M. Sc. Ed. 2002. Pendidikan Kebudayaan Dan Masyarakat Madani Indonesia. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar