Jumat, 19 Februari 2010

Pembelajaran Kooperatif Learning

Nama : Ibnu Kohar
NIM : 0802034
Kelas : 2B
Mata Kuliah : Inovasi Pendidikan


MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
(COOPERATIVE LEARNING)

Model Pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran dengan setting kelompok-kelompok kecil dengan memperhatikan keberagaman anggota kelompok sebagai wadah siswa bekerjasama dan memecahkan suatu masalah melalui interaksi sosial dengan teman sebayanya, memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mempelajari sesuatu dengan baik pada waktu bersamaan dan ia menjadi narasumber bagi teman yang lain. Jadi, model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang mengutamakan kerjasama diantara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Model pembelajaran kooperatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Untuk menuntaskan materi belajarnya, siswa belajar dalam kelompok secara kooperatif.
2. Kelompok dibentuk dari siswa-siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah.
3. Jika dalam kelas terdapat siswa-siswa yang terdiri dari beberapa ras, suku, budaya dan jenis kelamin berbeda, maka diupayakan agar dalam tiap kelompok terdiri dari ras, suku, budaya, jenis kelamin yang berbeda pula.
4. Penghargaan lebih diutamakan pada kerja kelompok dari pada perorangan.
Tujuan model pembelajaran kooperatif adalah menciptakan situasi yang mampu memacu keberhasilan individu melalui kelompoknya. Model ini juga dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan pembelajaran yaitu :
1. Kemampuan akademik
2. Penerimaan perbedaan individu
3. Pengembangan keterampilan sosial
Pembelajaran kooperatif tidak hanya mempelajari materi saja, tetapi siswa juga harus mempelajari keterampilan-keterampilan khusus yang disebut keterampilan kooperatif. Keterampilan kooperatif berfungsi melancarkan hubungan kerja dan tugas. Peranan hubungan kerja dapat dibangun dengan mengembangkan komunikasi antar anggota kelompok, sedangkan peranan tugas dilakukan dengan membagi tugas antar anggota kelompok selama kegiatan. Keterampilan-keterampilan kooperatif tersebut antara lain :
1. Keterampilan kooperatif tingkat awal.
a. Menggunakan kesepakatan.
b. Menghargai kontribusi.
c. Mengambil giliran dan berbagai tugas.
d. Berada dalam kelompok.
e. Berada dalam tugas.
f. Mendorong partisipasi.
g. Mengundang orang lain untuk berbicara.
h. Menyelesaikan tugas pada waktunya.
i. Menghormati perbedaan individu.
2. Keterampilan tingkat menengah.
1. Menunjukkan penghargaan.
2. Mengungkapkan ketidaksetujuan dengan cara yang dapat diterima.
3. Mendengarkan dengan aktif.
4. Membuat ringkasan.
5. Menafsirkan.
6. Mengatur dan mengorganisir.
7. Menerima tanggung jawab.
8. Mengurangi ketegangan.

3. Keterampilan tingkat mahir.
1. Mengelaborasi.
2. Memeriksa dengan cermat.
3. Menanyakan kebenaran.
4. Menetapkan tujuan.
5. Berkompromi.
Pada dasarnya pembelajaran kooperatif mempunyai 6 (enam) langkah utama yaitu:
1. Fase pertama, pelajaran dimulai dengan guru menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa untuk belajar.
2. Fase kedua, menyajikan informasi dalam bentuk demonstrasi atau melalui bahan bacaan.
3. Fase ketiga, mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar.
4. Fase keempat, membimbing kelompok bekerja dan belajar.
5. Fase kelima, evaluasi tentang apa yang sudah dipelajari sehingga masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.
6. Fase keenam, memberikan penghargaan baik secara kelompok maupun individu.
Keuntungan dari metode pembelajaran kooperatif, antara lain:
1. Siswa mempunyai tanggung jawab dan terlibat secara aktif dalam pembelajaran.
2. Siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
3. Meningkatkan ingatan siswa.
4. Meningkatkan kepuasan siswa terhadap materi pembelajaran.


Beberapa kelebihan model pembelajaran kooperatif adalah:
1. Saling ketergantungan yang positif.
2. Adanya pengakuan dalam merespon perbedaan individu.
3. Siswa dilibatkan dalam perencanaan dan pengelolaan kelas.
4. Suasana kelas yang rileks dan menyenangkan.
5. Terjalinnya hubungan yang hangat dan bersahabat antara siswa dengan guru.
6. Memiliki banyak kesempatan untuk mengekspresikan pengalaman emosi yang menyenangkan.
Beberapa kelemahan model pembelajaran kooperatif adalah:
1. Faktor dari dalam yaitu sebagai berikut:
a. Guru harus mempersiapkan pembelajaran secara matang, disamping itu memerlukan lebih banyak tenaga, pemikran, dan waktu.
b. Agar proses pembelajaran berjalan dengan lancar maka dibutuhkan dukungan fasilitas, alat, dan biaya yang cukup memadai.
c. Selama kegiatan diskusi kelompok berlangsung, ada kecenderungan topik permasalahan yang sedang dibahas meluas. Sehingga banyak yang tidak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
d. Saat diskusi kelas, terkadang didominasi oleh seseorang, hal ini mengakibatkan siswa yang lain menjadi pasif.
2. Faktor dari luar erat kaitannya dengan kebijakan pemerintah yaitu padamya kurikulum pembelajaran sejarah, selain itu pelaksanaan tes yang terpusat seperti UN atau UNAS sehingga kegiatan belajar mengajar di kelas cenderung dipersiapkan untuk keberhasilan perolehan UN atau UNAS.

1 komentar:

  1. 1xbet - No 1xbet Casino | Live dealer casino online
    1xbet poormansguidetocasinogambling.com is https://tricktactoe.com/ a reliable casino site that offers a great casino games from the best software providers for the regulated gambling markets. Rating: 8/10 · ‎Review by a Tripadvisor user · ‎Free 1xbet login · ‎Sports

    BalasHapus